Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah

Pimpinan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah Angkat Bicara soal Larangan Makan Daging dan Ikan

Temuan MUI tentang dugaan menganut dan mengajarkan aliran sesat Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah di Gowa.

TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Gedung Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah di Kampung Butta Ejayya, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan saat diabadikan Tribun-Timur.com, Selasa (2/1/2023). Pimpinan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah Wayang Hadi Kesumo angkat bicara mengenai temuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang dugaan menganut dan mengajarkan aliran sesat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Pimpinan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah Wayang Hadi Kesumo angkat bicara mengenai temuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang dugaan menganut dan mengajarkan aliran sesat.

Temuan tersebut diantaranya melarang pengikutnya untuk memakan daging dan ikan.

Pimpinan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah Wayang Hadi Kesumo membantah tentang larangan tersebut.

"Adakah saya melarang makan binatang, mana buktinya, yang saya larang itu tidak boleh makan darah walaupun setetes tetap haram. Islam saja tidak menganjurkan makan binatang," ujarnya, Selasa (3/1/2023).

Menurutnya, dalam agama Islam tidak menganjurkan makan binatang.

Namun jika hal tersebut baik maka diperbolehkan makan binatang.

"Dalam agama Islam kan tidak menganjurkan makan binatang, kalau Anda fikir itu baik silahkan dimakan, agama yang memakan binatang kan sudah banyak, tapi sedikit sekali agama yang menganjurkan tidak makan binatang, pola binatang ini tidak baik," katanya.

Tak hanya itu, Bang Hadi sapaannya juga membantah adanya pelarangan salat dari ajaran dari yayasannya tersebut.

"Pelarangan salat teroris itu. Saya tanya juga dia dapat datanya dari mana (pelarangan salat) itu yang harus dimatikan orang seperti itu. Apalagi memfitnah begitu kalau dia menuduh tanpa verifikasi maka itu fitnah yang kejam," jelasnya.

"Makanya saya tidak layani, saya tidak komen, untuk apa saya dituduh sesat saya komen, kalau saya melayani dituduh saya sesat, saya layani dia saya benar," sambungnya.

Baca juga: Kemenag Ajak Dialog Pengikut Terduga Aliran Sesat Bab Kesucian Gowa

Baca juga: MUI Gowa Kumpul Bukti Soal Aliran Sesat Bab Kesucian Larang Pengikut Sholat, Makan Ikan, dan Daging

Dijelaskan, bahwa tidak ada agama yang mengajarkan yang tidak dianjurkan oleh agama itu sendiri.

"Siapa saja yang mau beragama mesti dasar-dasarnya bersih dan suci semua agama harus melalui bersih dan suci. Tidak ada agama yang mengajarkan makan yang kotor. Tidak ada satu agamapun yang mengajarkan makan yang haram, itu yang saya ajarkan," ucapnya.

Bang Hadi mengaku tidak punya pengetahuan apa-apa tentang agama.

Ia juga tidak mengajarkan bab agama, tidak mengajarkan apa itu Islam. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved