Cyberbullying, Siswi Cerdas di SMP Hancur Gara-gara Video Viral
Isu perundungan di era digital diangkat menjadi perhatian serius dalam film keluarga terbaru berjudul Cyberbullying.
TRIBUN-TIMUR.COM - Isu perundungan di era digital diangkat menjadi perhatian serius dalam film keluarga terbaru berjudul Cyberbullying.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop nasional, termasuk jaringan XXI, CGV, dan Cinepolis, mulai, Kamis (23/10/2025).
Diproduksi oleh DL Entertainment dan disutradarai Rusmin Nuryadin, film ini menjadi bentuk kepedulian sineas lokal terhadap maraknya perundungan di ruang maya, sebuah isu yang sangat relevan bagi anak-anak dan remaja sebagai generasi digital native.
Produser Liani Kawati menegaskan bahwa film ini tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga penting disaksikan oleh orang tua dan tenaga pendidik.
"Kemampuan teknis (anak-anak harus diimbangi dengan etika, dan butuh kerja sama semua pihak untuk melindungi generasi digital," ujar Liani dalam siaran pers, Rabu (1/10/2025).
Film ini diharapkan mampu mendorong refleksi bersama untuk menciptakan ruang digital yang aman dan ramah.
Film ini dikemas ringan namun edukatif, menekankan pentingnya empati, literasi digital, dan keberanian melawan perundungan.
Baca juga: Sinopsis Film Cyberbullying: Perundungan Digital dan Siswi SMP Berhasil Sembuhkan Luka Masa Lalu
Menggabungkan hiburan dan pesan moral, Cyberbullying diharapkan menjadi tontonan sekaligus tuntunan untuk pendidikan karakter.
Menariknya, seluruh proses syuting film ini dilakukan di Kota Makassar.
Co-Produser Sunarti Sain menyebut langkah ini menunjukkan bahwa Makassar kian tumbuh sebagai pusat kreativitas dan mampu menopang produksi film nasional, sekaligus menghadirkan talenta-talenta berbakat.
Sinopsis
Film ini menceritakan Neira Kanjera (13), siswi cerdas di SMP yang hidupnya hancur setelah sebuah video viral menuduhnya melakukan hal tidak pantas, menjadikannya korban perundungan siber.
Neira terpuruk dan menutup diri.
Ia perlahan bangkit setelah pindah ke rumah Kakek Mansyur, di mana ia belajar nilai-nilai kehidupan nyata dan menemukan teman-teman baru.
Namun, saat ia siap bangkit, trauma lama kembali menghantuinya.
| Komentar Kepsek SMPN 13 Makassar soal Pembatasan Akun Sosmed |
|
|---|
| Media Sosial Bisa Ganggu Konsentrasi, Dinas Pendidikan Bulukumba Beri Mitigasi |
|
|---|
| Nasib 3 Karyawan Kafe di Parepare usai Parodikan Penyandang Disabilitas Demi Promosi Minuman |
|
|---|
| Jadwal Molor! Warga Gowa Sulsel Perbaiki Jalanan Rusak, DPRD Segera Panggil Kontraktor |
|
|---|
| Film Cyberbullying Tayang di Makassar, Angkat Isu Dampak Perundungan Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251001-film-Cyberbullying.jpg)