Opini
Tumpul Rasa
Begitulah Sang Arung, sebagai seorang kepala pemerintahan, disentuh ketajaman rasa kemasyarakatan yang dimilikinya.
Oleh:
AM Sallatu
Peneliti dan Dosen Emiritus FEB Unhas
TRIBUN-TIMUR.COM - Ada cerita melegenda tentang Arung Matoa Wajo (AMW), berabad lampau yang masih terus dan bahkan tetap patut terus diulang-ulang untuk dikisahkan.
Konon, Sang Arung dimasa pemerintahannya pernah merasa miris dan amat tersentuh melihat perangai salah seorang warganya.
Suatu saat, AMW sedang berangin-angin di teras rumah panggungnya, tatkala warganya tersebut melintas dihadapan rumahnya dengan menyelempang sarung dipundaknya sambil memiringkan kopiah yang dikenakannya.
Berjalan lambat, jelas sekali ingin menarik perhatian. Sebuah prilaku yang kurang beradab untuk terlihat langsung oleh seorang raja yang sementara memerintah.
AMW seakan tersentak memperhatikan prilaku seperti itu. Meskipun dengan senyum dikulum, namun meyakini bahwa ia telah dikirimi dan menerima pesan.
Bahwa pasti ada kebijakan atau tindakannya yang kurang berkenan bagi warganya.
Perilaku seperti itu adalah sebuah unjuk rasa. AMW tidak perlu bertanya atau mencari tahu dengan kehadiran unjuk rasa yang bisu itu.
AMW merasa lebih penting untuk introspeksi diri, apa substansi penyebab unjuk rasa saat itu, sehingga ada warganya yang berprilaku kurang beradab berani melintas di depannya.
Sarung yang diselempang dan kopiah yang dimiringkan adalah prilaku yang kurang sopan dihadapan Sang Arung tersebut, pasti saja ada penyebabnya.
Sebagai seorang kepala pemerintahan yang mengayomi warganya, AMW patut untuk mendapatkan penghormatan warga dalam berprilaku.
Namun prilaku tak terhormat itu tidak membuatnya gusar, justru balik ingin menggeledah prilaku dan tindakannya sendiri.
Ketidak-patutan apa yang telah diperbuatnya. Kepemimpinannya dianggap oleh warganya telah tumpul rasa dalam memahami kehidupan masyarakatnya, karena itu patut mendapatkan kilas balik.
Begitulah Sang Arung, sebagai seorang kepala pemerintahan, disentuh ketajaman rasa kemasyarakatan yang dimilikinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/AM-Sallatu-Peneliti-Dosen-Emiritus-FEB-Unhas-g.jpg)