Maaf Aku Bukan Koruptor

Masing-masing seniman melukis di atas kanvas berbeda. Lukisan menggambarkan tema kegiatan yakni Seni Melawan Korupsi.

TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Seniman yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi Sulawesi Selatan (MARS) berkolaborasi dengan Seniman Makassar Art Initiative Movement (MAIM) melukis dengan tema “Seni Melawan Korupsi” di bawah jembatan Flyover Makassar, Kamis (8/12/2022). Sebanyak 10 seniman menuangkan jiwa seninya di atas kanvas ukuran 90 x120 cm dengan berbagai lukisan yang menyentil budaya korupsi di Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak sepuluh seniman dari komunitas Makassar Art Initiative Movement (MAIM) berkolaborasi Masyarakat Anti Korupsi Sulse (MARS) memperingati hari antikorupsi di bawah fly over, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (8/12/2022).

Masing-masing seniman melukis di atas kanvas berbeda. Lukisan menggambarkan tema kegiatan yakni Seni Melawan Korupsi.

Salah satu seniman MAIM, Asman melukis dengan judul Maaf Aku Bukan Koruptor.

Ia melukis orang menjulurkan dua telapak tangannya sebagai ungkapan penolakan terhadap korupsi.

Lukisan itu, kata dia, menggambarkan tidak semua orang harga dirinya bisa dibeli dengan uang.

“Ada juga memegang prinsip bahwa ada melihat saya yaitu Allah. Kalau semua pemimpin kita bisa begitu, alhamdulillah," kata Asman.

Asman menjelaskan pelukis sebagai kontrol sosial juga resah dengan kondisi korupsi di Indonesia.

Selama ini, Asman bukan hanya melukis tentang bertemakan korupsi, tetapi fenomena di dunia yang tidak seimbang, keadilan, maupun humanisme.

Khusus isu korupsi, Asman mengaku resah. Sehingga ia berharap koruptor bisa diberantas habis.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita melalui seni lukis, tentu aksinya damai. Hanya memberi pesan-pesan kepada yang berkompeten di bidang hukum dan pemegang kekuasaan,” katanya.

“Tentu dengan adanya aksi begini pemangku kebijakan bisa sedikit tergelitik agar bisa menyadari bahwa korupsi itu sangat menyengsarakan rakyat,” Asman menambahkan.

Sementara itu, Koordinator ACC Abdul Kadir Wokanubun mengatakan, kegiatan bertema seni melawan korupsi ini dilakukan untuk terus menyuarakan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Abdul Kadir menyebutkan menyuarakan pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi keresahan pegiat antikorupsi. Tetapi seluruh masyarakat termasuk seniman.

“Sesungguhnya keresahan terhadap korupsi juga dimiliki oleh teman-teman seniman. Cara dengan menuangkan dalam bentuk lukisan di atas kanvas,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved