Opini

Tegas

Tegas dan keras mesti ditetapkan secara konsisten sesuai prosedur operasi standar.

Editor: Hasriyani Latif
DOK PRIBADI
Abdul Gafar Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar. Abdul Gafar penulis Opini Tribun Timur berjudul Tegas. 

Oleh:
Abdul Gafar
Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam perjalanan hidup kita sehari-hari terbiasa dihadapkan kepada situasi atau kondisi tegas dan keras.

Untuk orang awam, tampaknya susah membedakan antara tegas dan keras.

Terkadang terlontarkan kalimat “ah, orang itu keras sekali tindakannya terhadap masyarakat, mentang-mentang petugas”, dengan pandangan sinis.

Padahal mungkin saja tindakan itu berkaitan dengan sikap tegas terhadap penegakan aturan.

Kerusuhan dalam masyarakat dengan aparat sering terjadi akibat penerapan aturan yang tidak jelas.

Apakah tindakan itu dilakukan secara tegas atau hanya menampilkan kekerasan karena menyandang status sebagai aparat negara.

Sikap arogan dan mau menang sendiri hanya milik mereka, sementara masyarakat tidak berdaya.

Atau mungkin sebaliknya masyarakat merasa haknya terlanggar oleh aparat.

Seharusnya setiap aturan yang diberlakukan di negeri ini disebarkan secara merata ke seluruh penjuru negeri.

Tugas aparatur negara mulai dari tingkat tertinggi hingga ke tingkat rukun tetangga difungsikan sebagai garda terdepan.

Dengan demikian tidak akan menimbulkan benturan ketika diterapkan karena tersosialisasi dengan baik dan merata.

Banyak hal yang kita lihat terjadi ‘gesekan’di dalam masyarakat karena adanya perbedaan pemahaman terhadap aturan yang ada.

Akhir dari gesekan biasa menimbulkan setidaknya ada pihak yang terluka, bahkan jika tidak terkendalikan emosi nyawapun dapat melayang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved