Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sekprov Sulsel Diganti

Polemik Pencopotan Sekprov Abdul Hayat Gani, Akademisi Unhas: Gubernur Harusnya Transparan

Hasrullah menilai komunikasi politik Andi Sudirman Sulaiman kurang baik dalam membuat keputusan mencopotan Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur/Faqih
Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani menyampaikan sambutan dalam pengukuhan Pengurus Wilayah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Sulsel Periode 2020-2025 di Hotel Remcy, Makassar, Senin 21 November 2022. Abdul Hayat Gani diisukan dicopot. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pakar komunikasi politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Hasrullah menanggapi wacana pencopotan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani.

Wacana pencopotan tersebut menunai pro kontra dari berbagai pihak.

Sejumlah anggota DPRD Sulsel mengomentari gaya komunikasi politik Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Kini Dr Hasrullah ikut menyoroti gaya komunikasi politik orang nomor satu Pemprov Sulsel itu.

Hasrullah menilai komunikasi politik Andi Sudirman Sulaiman kurang baik dalam membuat keputusan.

Menurut Hasrullah, Andi Sudirman Sulaiman harus memperbaiki cara dan etika berkomunikasi.

Sikap yang diambil dalam mengusulkan surat pergantian Sekprov secara diam-diam sangat disayangkan.

Apalagi dilakukan secara pribadi tanpa mengkomunikasikan dengan asisten maupun Sekprov sendiri.

"Pak Gubernur sebagai pejabat publik harusnya transparan dalam membuat kebijakan," kata Hasrullah, Minggu (27/11/2022).

Dosen Komunikasi Politik yang telah mengajar selama 30 tahun di Unhas itu menyarankan Andi Sudirman untuk banyak bertanya kepada orang yang berpengalaman dalam mengambil keputusan.

"Kalau tidak tahu, sebagai pemimpin muda yah bertanya. Jangan ambil keputusan sendiri. Bertanya kepada yang berpengalaman. Kalau seperti ini kan kacau. Terjadi turbulensi di pemerintahan," katanya.

Ia berharap Andi Sudirman Sulaiman segera memberi penjelasan alasannya mengusulkan pergantian Sekprov.

Jika memang ada kesalahan kecil dan masih bisa diperbaiki, kata dia, masih bisa dikomunikasikan dengan baik.

Sudah menjadi tanggung jawab seorang pemimpin menegur dan memperbaiki kesalahan bawahannya.

Hasrullah menyebutkan, sebaiknya gubernur fokus dalam menyelesaikan semua program yang belum selesai.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved