Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Beras Bulog Hilang

UPDATE Terbaru 500 Ton Beras Hilang di Gudang Bulog Lampa Pinrang, Kepala Gudang Dicopot

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Bakhtiar AS mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan secara internal.

Tayang:
Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
ist
Ilustrasi beras bulog 

PINRANG, TRIBUN-TIMUR.COM  - Sebanyak 500 ton beras di gudang Bulog Lampa, Bittoeng, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, diduga raib.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Bakhtiar AS mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan secara internal.

Serta bekerja sama dengan kepolisian soal dugaan hilangnya 500 ton beras dari gudang Bulog Lampa, Pinrang.

Akibat raibnya 500 ton beras tersebut, Kepala Gudang Lampa, Pinrang, Muhammad Idris dicopot dari jabatannya.

Kemudian Pimpinan Cabang Pembantu Bulog Pinrang, Radytio W Putra Sikado dimutasi ke tempat lain.

Demikian dikatakan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Bakhtiar AS saat dikonfirmasi, Selasa (22/11/2022).

"Betul, kami sudah copot kepala gudangnya dan Pimpinan Cabang Pembantu Bulog Pinrang juga sudah dimutasi," kata Bakhtiar.

Dikatakan, dari pengakuan yang bersangkutan (kepala gudang) beras tersebut tidak hilang melainkan dipinjamkan ke pihak ketiga.

"Dari 500 ton yang diduga hilang itu, sudah ada puluhan ton yang dikembalikan," ucapnya.

Atas penyelewengan ini, pihaknya melakukan evaluasi.

"Dengan adanya kondisi ini, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami. Insya Allah kita akan tangani secara profesional persoalan ini. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak kepolisian Pinrang," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustofa mengatakan kasus raibnya 500 ton beras di gudang Bulog Lampa itu masih dalam tahap lidik.

"Kasusnya sudah tahap lidik belum sidik.  Jadi kita kumpulkan barang bukti dan saksi-saksi dulu. Apabila nantinya mengarah ke penyimpangan hukum akan kita tingkatkan ke sidik," katanya saat ditemui di Kejari Pinrang.

Dikatakan, sejauh ini, belum ada penetapan tersangka karena masih tahap lidik. 

"Belum ada (penetapan tersangka). Sejauh ini masih diturunkan anggota kumpulkan barang bukti dan saksi-saksi," tuturnya.

Sementara untuk jumlah saksi yang sudah diperiksa, Roni mengatakan akan menginformasikan jika sudah ada perkembangannya.

"Nanti kita sampaikan perkembangannya," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved