Karyawan Citra Lampia Mandiri Dukungan Helmut Hermawan

Mereka mengaku telah menempuh perjalanan yang tidak mudah. Mengalami beberapa gangguan sejak berangkat dari Luwu lewat Palopo.

Tribun Timur Muslimin Emba
Foto bersama pekerja PT CLM 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekira 30 karyawan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) ke Jakarta untuk menyatakan dukungan dan loyalitasnya terhadap manajemen CLM di bawah kepemimpinan Helmut Hermawan.

"Kami datang dari Luwu untuk menegaskan integritas dan dukungan kami terhadap manajemen Pak Helmut," ujar Yuli, salah engineer pertambangan dalam rombongan via rilis, Sabtu (19/11/2022).

"Bertahun-tahun bekerja di bawah kepemimpinan beliau, kami merasa semua hak kesejahteraan terpenuhi dan hubungan manajemen dengan karyawan terjalin erat seperti keluarga. Oleh karena itu, sama sekali tidak terpikirkan bagi kami untuk bergabung dengan manajemen kubu Zainal Abidin," katanya.

Mereka mengaku telah menempuh perjalanan yang tidak mudah. Mengalami beberapa gangguan sejak berangkat dari Luwu lewat Palopo sebelum sampai ke Makassar untuk terbang ke Jakarta.

Beberapa waktu sebelumnya, beberapa karyawan yang setia kepada manajemen pimpinan Helmut juga sempat mendapat teror dan intimidasi dari lawan hukum dengan membawa-bawa nama aparat.

Seperti sudah diberitakan, pada tanggal 24 Agustus dan 13 September 2022 lalu telah terjadi aksi perusakan, penyerobotan dan dugaan penganiayaan terhadap karyawan CLM yang dilakukan pihak lawan hukum perusahaan di kantor perusahaan di Malili dan akses penambangan CLM.

Aksi ilegal itu muncul setelah PT Aserra Mineralindo Investama (PT AMI) dh. PT Aserra Sejahtera Investama (ASI)/PT Aserra Capital (Aserra Group) ingin membeli saham dari APMR pemegang saham mayoritas CLM.

Dalam prosesnya, perjanjian jual beli bersyarat (PJBB) itu tidak dapat terlaksana karena pihak Assera tidak juga dapat membayarkan saham yang diperjanjikan walaupun telah diberi tenggat waktu tambahan selama 3 (tiga) bulan dari tanggal penutupan sesuai PJBB.

Namun pihak Assera, dengan cara melanggar hukum, terus berupaya menguasai APMR dan CLM.

Terkait hal ini, CLM di bawah kekuasaan Helmut Hermawan sudah melakukan upaya hukum secara perdata dan pidana.

Berdasarkan akte terakhirnya tanggal 14 September 2022 yang telah mendapatkan pengesahan dari Kemenkum dan HAM, Helmut dkk juga telah dinyatakan sebagai manajemen yang sah.

Oleh karena itu, mereka berharap aparat hukum yang menangani dan didukung pemerintah daerah setempat dapat segera menyelesaikan kisruh kepemilikan saham dan manajemen di perusahaan. 

Freddy Napitupulu, Direktur Operasional CLM pihak Helmut Hermawan yakin hati nurani para karyawan yang masih berada di site berpihak kepada mereka.

Terbukti ketika manajemen dan sebagian karyawan akan berangkat ke Jakarta, mereka berpesan dan mendoakan agar manajemen Helmut dkk bisa menang dan site kembali beraktivitas seperti sediakala.

“Secara nurani kami yakin mereka tahu harus berpihak ke mana atas ketidakadilan dan kezaliman yang kami alami,”ujarnya.

Ke-30 karyawan yang datang ke Jakarta tersebut berasal dari berbagai divisi di site pertambangan CLM Luwu Timur.

Antara lain divisi keuangan, divisi HRD, para engineer, tata kelola hutan, dan lain-lain.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved