Presiden Amerika: Rudal yang Mendarat di Polandia Bukan dari Rusia, Minta Semua Pihak Menahan Diri
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut serpihan rudal yang mengenai wilayah Polandia tidak ditembakkan dari wilayah Rusia.
TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut serpihan rudal yang mengenai wilayah Polandia tidak ditembakkan dari wilayah Rusia.
Biden meminta semua pihak menahan diri sampai hasil investigasi resmi diumumkan.
Biden menanggapi insiden rudal yang mengenai wilayah Polandia dan menewaskan dua warga sipil di sela-sela acara G20 di Bali, Indonesia, 15 November.
Biden dan pemimpin negara-negara Barat dilaporkan menggelar pertemuan mendadak disela sela acara G20 di Bali setelah informasi tersebut diterima.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberi pernyataan kepada media di Bali sebelum mengunjungi hutan tanaman bakau di Pulau Dewata.
Di media sosial, beredar pernyataan wartawan Polandia yang menyebut serpihan rudal berasal dari S-300 milik militer Ukraina.
Namun informasi ini belum terverifikasi.
Pertahanan Rusia dalam pernyataan resminya membantah jika rudal tersebut miliknya.
Dari serpihan yang beredar, itu bukan milik Rusia, demikian pernyataan resmi Rusia.
Insiden di Polandia memicu ketegangan baru Rusia dan Nato.
Sekjen Nato Jens Stoltenberg juga mengimbau semua pihak menahan diri sampai penyelidikan resmi diumumkan.
Polandia disebut meminta artikel 4 aliansi pertahanan pakta atlantik Utara atau Nato diaktifkan menyusul serangan ini.
Artikel 4 Nato berisi tiap negara yang terancam bisa meminta pertemuan secepatnya sebelum artikel 5 Nato yang membahas kewajiban Anggota Nato ikut membantu jika ada anggotanya terancam dan diserang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pernyataan terbarunya menuduh rudal tersebut milik Rusia.
Zelenskiy mendesak aliansi Nato menghukum Rusia.