Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Belajar Mengajar ala Naina Mathur

Kita percaya bahwa pembelajaran dalam suatu kelas bukan hanya sebatas proses transfer pengetahuan.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur 

Bukan hanya sekali, tetapi tiga kali ia selalu membela muridnya. Meskipun kepala sekolah tahu bahwa ia sedang berbohong demi kelas 9F.

Akan tetapi, karena sifatnya itu, siswa-siswa kelas 9F mulai menaruh rasa bersalah kepada diri sendiri dan berempati kepada Naina Mathur yang bersifat baik kepada mereka.

Singkat cerita, Naina Mathur berhasil mendapatkan hati murid-muridnya.

Dari sinilah cerita menjadi menarik. Ia melakukan sebuah proses pembelajaran yang berbeda dari murid-murid kelas lainnya.

Pernah ia melakukan proses pembelajaran di halaman sekolah dengan melempar telur satu per satu kepada siswanya dan mengaitkannya dengan materi matematika.

Pernah ia juga mangadakan kelas di ruangan olahraga padahal mereka hanya ingin diberikan motivasi dan cara melawan ketakutan yang ada pada diri mereka.

Setidaknya itulah hal-hal yang dilakukan oleh Niana Mathur, dan pada akhir kisah ia berhasil memahami, mengajari, dan menjadikan siswa kelas 9F itu sebagai kelas yang berprestasi di akhir tahun ajaran.

Dari sana saya belajar, .untuk berhasil mengelola kelas, kemampuan yang semestinya dikuasai terlebih dahulu ialah memahami dan mengenal latar belakang siswa.

Sebab, siswa merupakan manusia yang memiliki sifat, karakter, dan kondisi sosial yang berbeda.

Jiwa kepekaan seperti halnya Naina Mathur-lah yang harus saua miliki, tanpa berusaha mengendalikan isi pikiran siswa, meminta mereka melakukan apa yang membuat saya merasa senang.

“Tidak ada murid yang buruk, hanya ada guru yang buruk,” kata Naina Mathur.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved