Opini Tribun Timur
Menyikapi Ketidakadilan Pemilu
Hasil pemilu pada hari itu menunjukkan tidak ada satu pun kandidat yang berhasil meraih 50% suara untuk bisa keluar sebagai pemenang.
Hasbullah
Penggiat Demokrasi dan Peneliti Jari Mata Kita
Pada Minggu (2/10/2022) warga Brasil pergi ke tempat pemungutan suara untuk memilih presiden.
Sebanyak 156 juta orang dinyatakan memenuhi syarat sebagai pemilih. Para pemilih harus memilih satu dari sebelas kandidat presiden yang ada di dalam surat suara.
Hasil Pemilu pada hari itu menunjukkan tidak ada satu pun kandidat yang berhasil meraih 50 persen suara untuk bisa keluar sebagai pemenang.
Dengan 99,7 % suara dihitung, da Silva memenangkan 48,4 % suara dan 43,3 % untuk Bolsonaro, menurut total suara yang diberikan oleh otoritas pemilihan nasional (Reuters, 3/10).
Setelah terpilih menjadi dua kandidat teratas, mantan Presiden da Silva dan Presiden Bolsonaro akan maju ke pemilihan putaran kedua.
Para pemilih juga diharuskan kembali ke tempat pemungutan suara pada tanggal 30 Oktober 2022 atau akhir bulan ini untuk memilih salah satu dari dua kandidat presiden.
Pemungutan suara putaran kedua akan berlangsung lagi melalui pemungutan suara elektronik, model yang memiliki rekam jejak panjang di Brasil tetapi sepanjang tahun ini mendapat kecaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Bolsonaro.
Sengketa Sulit Dihindari
Jauh sebelum hari pemungutan suara babak pertama tiba, Bolsonaro berulang kali menegaskan bahwa dirinya akan menghindari putaran kedua dengan cara menang langsung di hari pemilihan pada 2 Oktober 2022.
Bila yang dia tegaskan tidak terjadi, itu berarti terdapat kecurangan pemilu yang masif, suara pemilih Brasil telah dipermainkan.
Mantan Presiden da Silva tidak tinggal diam menyaksikan kampanye agresif Bolsonaro. Masing-masing dari mereka membalas satu sama lain, saling menuduh yang lain sebagai ancaman eksistensial bagi institusi demokrasi.
Kampanye agresif dari kedua belah pihak membuat suasana sosial di negara itu jadi semakin panas dan menegangkan (NPR.org, 2/10).
Tindakan politik Bolsonaro mengingatkan kita pada perilaku Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat serta pada apa yang terjadi dalam pemilihan presiden Indonesia tahun 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hasbullah-Penggiat-Demokrasi-dan-Peneliti-Jari-Mata-Kita-5.jpg)