Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Solihin Kalla: Ketidakpastian Ekonomi Hanya di Kepala Ekonom

Respon optimistis Solihin Kalla menjawab bagaimana pelaku usaha menyikapi ketidakpastian resesi ekonomi global akibat perang Ukraina-Rusia.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Suasana CEO Busines Forum 2022 di Saoraja Wisma Kalla, Makassar, Selasa (4/10/2022). President Director Kalla Group Solihin pada kesempatan itu menjelaskan tentang optimisme pelaku usaha lokal-nasional menyikapi ketidakpastian resesi ekonomi global akibat perang Ukraina-Rusia dan pascapandemi Covid-19. 

Makanya masyarakat berpenghasilan rendah didorong mempunyai daya beli uang tinggi, program UMKM dan sebagainya.

“Tak kalah penting Sulsel memanfaatkan krisis ini sebagai momentum untuk melakukan berbagai inovasi,” katanya saat ditemui usai kegiatan.

Dia menilai Sulsel memiliki potensi luar biasa untuk bertahan dalam kondisi krisis, bahkan bisa menjadi pemain.

“Karena Sulsel memiliki potensi luar biasa sebagai pemain yang kuat tidak hanya nasional, tapi juga regional,” katanya.

Dikatakan Wijayanto, Sulsel sangat beruntung, karena memiliki semua faktor untuk survive dalam kondisi krisis. Bahkan, recovery lebih cepat.

Sulsel pangsa pasarnya besar, natural resources yang kaya, pertanian, human resources, banyak perguruan tinggi dan saudagar Bugis-Makassar memiliki entrepreneurship yang kuat.

Olehnya, Makassar bisa didorong jadi hub industri kreatif untuk menarik talent dari berbagai tempat. Bekerja di Makassar dan hasilkan karya.

Belum lagi Sulsel memiliki nikel untuk diekspor. Nikel jadi bahan utama pembuatan baterai mobil listrik.

Mobil listrik akan menjadi tren di masa mendatang dan sudah di depan mata.

Wijayanto meminta momen ini dimanfaatkan oleh Sulsel, jangan sampai tertinggal.

“Sulsel sangat beruntung, karena memiliki semua faktor untuk bisa survive atasi krisis dan bisa recovery sangat cepat,” jelas Wijayanto.

Dia memaparkan, tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Sulsel 6,9 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional 5,0 persen.

Saat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Sulsel turun minus 0,7 persen, dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional minus 2,1 persen.

Lalu di tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Sulsel mulai naik 4,7 persen, sedangkan nasional hanya 3,7 persen.
“Sulsel suatu keajaiban. Pertumbuhan ekonominya rata-rata selalu dua persen dari nasional,” jelasnya.

Jika ditarik sebelum tahun 2011, Sulsel pertumbuhan ekonominya beberapa kali capai 10 persen. Bahkan jika dicermati data pemerintah pusat angka kemiskinan menurun.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved