Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

G30S PKI

Apa Benar CIA Terlibat di Balik Peristiwa G30S PKI dan Jatuhnya Bung Karno?

Tim Weiner dalam bukunya Legacy of Ashes: The History of the CIA (2011) menyebut AS khawatirkan sikap Presiden Soekarno cenderung memihak komunisme

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
(-/Arsip Kompas)
Bung Karno diapit dua jenderal Angkatan Darat, AH Nasution (kiri) dan Soeharto. Ketiganya tertawa lebar saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, tahun 1966.(-/Arsip Kompas) 

Pengganti Howard Jones, Marshall Green, dan agen CIA Edward Masters baru membeberkan keterlibatan CIA dua dekade kemudian.

Pengaruh PKI justru lebih sedikit dalam kudeta dibandingkan CIA.

Kebijakan Soekarno yang anti-Barat dan berorientasi ke Cina menjadi momok bagi AS dan Inggris.

Demikian juga bagi kelompok-kelompok muslim garis keras dan para jenderal. AS bersekutu dengan mereka yang juga tak suka dengan Soekarno.

AS mengirim bantuan

Marshall Green pernah mengadakan pertemuan rahasia dengan Adam Malik, agen CIA McAvoy, dan Soeharto.

Adam Malik saat itu adalah Duta Besar Indonesia di Rusia yang dipecat oleh Soekarno.

Keempatnya bicara soal membebaskan Indonesia dari komunisme.

Pasalnya, Soekarno dianggap terlalu lemah dalam menangani PKI.

Green mengatakan, "Saya memerintahkan agar ke-14 walkie talkie yang ada di Kedutaan Besar untuk keadaan darurat diserahkan kepada Soekarno... Ini untuk keamanan internal tambahan bagi dia dan pejabat terasnya sendiri," kata Green. Peralatan ini sekaligus jadi alat sadap Kedubes AS.

Peralatan ini sekaligus jadi alat sadap Kedubes AS.

Untuk menyembunyikan dukungan AS bagi Soeharto pada tahap awal, Angkatan Darat diberi pasokan medis senilai 500.000 dolar AS yang bisa dijadikan uang tunai.

AS juga menurunkan peralatan komunikasi yang sangat maju dengan cuma-cuma.

Atas saran Green, Adam Malik secara diam-diam juga akan diberi uang.

Green menulis sebuah telegram ke pemerintahnya yang berbunyi,

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved