Bawaslu Ragukan Netralitas Aparatur Sipil Negara pada Pemilu Serentak 2024

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilu 2024 masih diragukan. Bawaslu Makassar pun terus memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah.

TRIBUN-TIMUR.COM/WAHYUDIN TAMRIN
Ketua Bawaslu Makassar Abdillah Mustari saat memberi penjelasan pada Rapat Koordinasi Mitra Penanganan Pelanggaran di M61 Cafe, Jalan Anggrek Raya No 22, Kota Makassar, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilu 2024 masih diragukan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar pun terus memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah guna mendorong ASN netral pada Pemilu 2024.

Penguatan itu melalui rapat koordinasi mitra penanganan pelanggaran di M61 Cafe, Jl Anggrek Raya, Makassar, Jumat (23/9/2022) lalu.

Rapat dihadiri perwakilan beberapa instansi pemerintahan.

Seperti, Disdukcapil Makassar, KPU Makassar, BKPSDM Makassar, dan Kemenag Makassar.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sulsel Azry Yusuf hadir membuka rapat dan menjadi pembicara.

Azry Yusuf mengatakan ajang kontestasi dari pemilu ke pemilu yang telah berlangsung sampai saat ini bagian dari pendalaman demokrasi.

Ia melihat pelaksanaan demokrasi mulai dari zaman orde lama hingga pasca reformasi saat ini, ada batasan sesuai dengan konteks zamannya.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Makassar Ingatkan Masyarakat Tak Pilih Calon yang Beri Uang

“Selalu ada tantangannya sehingga kita selalu dituntut untuk selalu melihat kebelakang agar bagaimana pemilu itu untuk mencari formulasi agar tidak berjalan tidak rumit,” katanya.

Ia menyinggung posisi ASN yang harus netral namun tetap mempunyai hak pilih.

Menurutnya, hal itu sederhana karena yang dilarang adalah mengekspresikan diri di khalayak umum.

Sehingga ia berharap nantinya ada forum yang terbangun antara bawaslu dengan mitra dalam mendorong penguatan netralitas ASN.

“Bapak dan ibu semua yang hadir di sini adalah mitra Bawaslu yang diharapkan akan menjadi corong Bawaslu di instansi masing-masing dalam mendorong netralitas ASN,” kata Azry.

“Sehingga saya berharap minimal ada group WhatsApp sebagai sarana komunikasi untuk saling berbagai pemahaman terkait netralitas ASN,” lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved