Pemilu 2024

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Makassar Ingatkan Masyarakat Tak Pilih Calon yang Beri Uang

Abdillah Mustari mengingatkan kepada semua pihak untuk menghindari politik uang demi menyukseskan Pemilu 2024.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN TIMUR/WAHYUDIN
Ketua Bawaslu Kota Makassar Abdillah Mustari di ruangannya lantai 2 Kantor Bawaslu Kota Makassar, Jl Letjen Hertasning No 11, Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (16/9/2022). Abdillah Mustari mengingatkan kepada semua pihak untuk menghindari politik uang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Bawaslu Makassar Abdillah Mustari mengingatkan kepada semua pihak untuk menghindari politik uang.

Perilaku tersebut sering terjadi pada pesta demokrasi Indonesia.

Pemilu dan Pilkada serentak tidak lama lagi. Tersisa kurang lebih dua tahun.

Namun kampanye sudah mulai dilakukan oleh partai politik melalui baliho dan iklan di berbagai media.

Abdillah Mustari mengatakan politik uang perlu dicegah sedini mungkin dengan membentuk karakter masyarakat yang berani menolak dan melaporkan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk jangan pernah memilih calon yang memberi uang.

"Bagi peserta diimbau untuk lebih percaya diri sebagai wakil rakyat yang mampu berdiri di atas nurani rakyat bukan di atas uang rakyat," kata Abidllah kepada Tribun-Timur.com, Kamis (22/9/2022).

Apalagi kata dia, pidana politik uang telah diatur dalam Pasal 523 ayat (1) sampai dengan ayat (3) UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"itu dibagi dalam tiga kategori yakni pada saat kampanye, masa tenang dan saat pemungutan suara," katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bawaslu telah melakukan berbagai langkah.

Seperti melakukan sosialisasi di media sosial, membentuk kelompok pengawas partisipatif, melaksanakan sekolah pengawas partisipatif.

Kemudian kelurahan/desa sadar pengawasan di Lakkang dan Barongsai, berpartisipasi membentuk kelompok Koalisi Perempuan untuk Pemilu Berintegritas (Kapepet), serta berkoordinasi dengan stakeholder.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk terlibat aktif mencegah perilaku terlarang itu demi perbaikan kehidupan demokrasi dan pemilu yang berintegritas.

"Kami minta masyarakat agar bersedia menjadi mata dan telinga Bawaslu untuk tidak memberi peluang terjadinya pelanggaran di lingkungan masyarakat," katanya.

"Bila memungkinkan. Laporkan ke Bawaslu," tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved