Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kuliner Enrekang

Resep Dangke, Kuliner Khas Enrekang yang Nikmat dan Tinggi Protein

Dangke yang terbuat dari susu kerbau atau sapi warnanya putih dan teksturnya mirip dengan tahu.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ERLAN SAPUTRA
Hasni pengusaha dangke di Kelurahan Lakawan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Dangke terbuat dari susu kerbau atau sapi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisional yang melimpah.

Kekayaan makanan khas itu meluas ke seluruh nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Salah satunya di daerah yang dikenal berada di dataran tinggi yaitu Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Satu dari sekian santapan khas yang cukup terkenal di daerah julukan Bumi Massenrempulu, yaitu Dangke.

Makanan ini warnanya putih dan teksturnya mirip dengan tahu.

Selain nikmat, dangke juga tinggi akan kandungan protein.

Hasni pengusaha kuliner tradisional mengaku mampu memproduksi 10 bungkus dangke dalam setiap hari.

"Saya mulai usaha kuliner tradisional (dangke) ini sejak tahun 2004 dan sampai hari ini masih saya jalankan," kata Hasni kepada Tribun-Timur.com, Jumat (23/9/2022).

Ia menjual langsung dangke olahannya di Toko Cahaya Dangke yang beralamat di Kelurahan Lakawan, Kecamatan Anggeraja.

Atau sekira 30 meter perjalanan dari kantor Pos Indonesia Cabang Anggeraja.

"Untuk proses pengolahannya kadang dibantu oleh suami saya, terutama saat memerah susu sapi. Kebetulan kami mempunyai sapi empat ekor," ungkapnya.

Pembelinya pun sangat beragam dari warga lokal, bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pernah mengonsumsi makanan khas Enrekang itu.

Selain itu, makanan khas Enrekang tersebut bahkan sudah terkenal di berbagai belahan dunia.

Hasni mengaku banyak orang yang sudah membeli dagangannya itu lalu dibawa ke berbagai negara, seperti Prancis, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat.

"Dangke sapi ini makanan khas orang enrekang, bisa dijadikan lauk pauk, harganya itu hanya Rp 20 ribu. Namun ini berbeda Dangke kerbau harganya itu jauh lebih mahal," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved