Wawancara Khusus Bincang Kota: Makassar Siap Bermigrasi ke TV Digital
Sebagaimana tertuang PP Postelsiar migrasi TV analog ke TV Digital itu paling lambat dimulai pada 2 November 2022.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi peralihan televisi atau TV analog ke TV Digital.
Rencananya, migrasi ini paling lambat dilakukan pada 2 November mendatang.
Untuk itu masyakarat perlu mengetahui bagaimana cara peralihan hingga kelebihan dan kekurangan dari TV Digital ini.
Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) seluruh daerah menggalakkan Analog Switch Off (ASO) untuk menghentikan siaran televisi analog dan beralih ke digital.
Hal tersebut juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (PP Postelsiar).
Dimana pada Pasal 72 angka 8 menyatakan bahwa migrasi penyiaran teresterial teknologi analog ke digital atau dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) harus diselesaikan paling lambat dua tahun sejak diundangkan.
Dengan begitu, maka migrasi TV analog ke TV Digital itu paling lambat dimulai pada 2 November 2022.
Berikut wawancara khusus Tribun Timur bersama dengan Kepala Bidang (Kabid) Informasi Dinas Kominfo Makassar, Isnaniah Nurdin.
Isnaniah Nurdin menjadi narasumber dalam program Bincang Kota Tribun Timur bertema 'Siapkah Makassar Bermigrasi dari Tv Analog ke Digital'.
Program ini ditayangkan di YouTube dan Facebook Tribun Timur, Senin (19/9/2022) pukul 16.00 WITA.
- Bagaimana Kesiapan Makassar untuk bermigrasi dari TV analog ke digital?
Makassar siap, kita dari akhir Agustus lalu menerima data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bahwa ada sekitar 36.599 jumlah warga yang terdata menurut desil 1 dan desil 2.
Data tersebut ditindak lanjuti dengan verifikasi faktual di lapangan. Sudah hampir dua pekan melakukan verifikasi bersama dengan Dinas Sosial, camat, lurah, hingga RT/RW. Mereka akan mendapatkan bantuan set up box untuk memudahkan pengalihan tv analog ke digital.
- Siapa saja penerima bantuan tersebut?
untuk migrasi tv analog ke digital ada set up box yang akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu atau masyarakat pra sejahtera. Dengan adanya set up box dipastikan kualitas gambar dan suara bisa lebih jernih.
Jumlah penerima di Makassar sebanyak 36.599, dari data itu ada 26.839 jumlah penerima yang layak. Jumlah tersebut masih akan bertambah lagi karena ada dua kecamatan yang belum merampungkan data verifikasi faktualnya.
Jika kedua kecamatan itu sudah memasukkan datanya berarti Diskominfo Makassar sudah bisa meneruskan datanya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
- Bagaimana alur penerimaannya?
Setelah data dikirim ke Kemendagri akan diteruskan ke Kementerian Kominfo. Model datanya by name by adress, by KK by NIK. Set up box tersebut akan dikirim melalui tiga jasa pengiriman dan langsung ke alamat penerima lengkap dengan instalernya. Sehingga warga bisa langsung menggunakan alat tersebut untuk beralih ke tv digital.
- Bagaimana perkembangan tv analog di Makassar?
Tv analog selain memberikan hiburan dengan materi tayangan juga memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat, tidak jarang pula program dan kebijakan Pemkot disiarkan lewat TV analog. Baik televisi lokal maupun nasional.
- Bagaimana pengaruh digitalisasi terhadap penggunaan tv analog?
Digitalisasi sangat berpengaruh besar dalam kehidupan masyarakat. Karena tayangan dalam versi analog membuat akaes informasi terbatas, baik dari segi ruang dan waktunya.
Dalam artian, penonton harus ada di satu tempat menyaksikan siaran televisi analog, sementara kalau digital sudah tidak terbatas ruang dan waktunya karena siaran tv bisa berpindah secara digital.
Sekarang ini banyak tv baik lokal maupun nasional yang sudah mulai merambah ke format digital, selain bisa dinikmati melalui layar tv juga bisa dilihat lewat saluran YouTube chanel masing-masing stasiun tv.
- Apa saja kelebihan tv digital?
Warga bisa menerima siaran yang tadinya dengan mode tv analog kualitas gambar tidak begitu jernih, terjadi gangguan siaran, gambarnya tidak utuh diterima, suara terganggu, dengan adanya migrasi ke digital kualtas gambar dan suara bisa lebih bagus.
Serta informasi maupun hiburan yang ditayangkan bisa lebih dinikmati masyarakat, jumlah siaran yang diterima oleh tv analog ini juga sangat banyak.
- Antara analog dan digital, mana yang lebih murah biayanya?
Tv analog digunakan cukup dengan antena saja, kemudian jika menggunakan tv digital memang harus pakai set up box. Alat ini sudah mulai disediakan di beberapa toko yang mudah diakses warga. Untuk meringankan beban warga mereka diberi bantuan oleh pemerintah, kecuali bagi yang tergolong mampu harus menyiapkan budget khusus untuk pengadaan set up box ini, harganya dikisaran Rp300 ribu.
- Bagaimana respon masyarakat?
Respon masyarakat sangat baik dan positif karena ini sifatnya bantuan dan diberikan cuma-cuma kepada masyarakat yang memang berhak menerima. Warga Makassar sudah lumayan teredukasi dan paham terkait program ini karena mereka bisa langsung merasakan manfaatnya.
- Apa rencana kedepan untuk migrasi tv analog ke digital ini?
Tanggal 2 November nanti akan ada gerakan analog switch off (ASO) yang diharapkan seluruh televisi di indonesia sudah berimigrasi dari siaran analog dan digital. Makassar sangat siap untuk itu, wali kota juga mendukung program imigrasi ini. bahkan bebrapa pekan lalu salah satu lebaga penyiaran sudah turun ke lapangan menyerahkan set up box ke Kecamatan Ujung Pandang di Kelurahan Pisang Utara dan Kecamatan Makassar di Kelurahan Bara-baraya Timur.
- Berapa persen kesiapan pengguna tv digital di Makassar?
Kemkominfo telah melakukan survei dan hasil survei ada diangka 70-80 persen, dari survei ini warga yang siap bermigasi ke digital menjangkau 70 persen dari populasi. Jadi sebagain besar warga siap bermigrasi.
Data diatas tidak jauh beda dengan Makassar, dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan meraka siap bermigrasi dan bahkan sudah ada yang beralih lebih dulu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bincang-Kota-Tribun-Timur-Edisi-Senin-1992022.jpg)