Penganiayaan di Pinrang

Penyebab Oknum Polisi Aniaya Perempuan Paruh Baya di Pinrang

Video oknum polisi melakukan pemukulan dan mengancam perempuan paruh baya di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial..

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Sukmawati Ibrahim
Polres Pinrang
Kolase oknum polisi Aipda S saat diperiksa di Propam Polres Pinrang dan tangkapan layar video oknum polisi melakukan pemukulan dan mengancam perempuan paruh baya di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Kejadian tersebut terjadi di Dusun Waetuoe, Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (15/9/2022) sekira pukul 14.00 Wita. 

"Sampai sekarang yang bersangkutan masih di tahan di tempat sel khusus. Untuk penahanan dilakukan kurang lebih 5 hari," bebernya.

Untuk status Aipda S belum bisa dibeberkan Roni. Pasalnya, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, video viral oknum polisi yang menganiaya perempuan paruh baya itu berdurasi 1 menit 27 detik.

Dalam video itu, terlihat oknum polisi tersebut memegang leher perempuan paruh baya menggunakan satu tangannya.

Kemudian tangan kanannya, menunjuk-nunjuk korban.

"Kurang ajara ko iko, waherku siladda mulei iko lao pekang'i (Kurang ajar kamu, bapak saya yang urus empang ikannya, kamu yang pergi mancing hasilnya)," kata oknum polisi tersebut dalam bahasa Bugis.

Perdebatan kedua orang tersebut terus berlangsung.

Perempuan paruh baya yang mengenakan jilbab hijau itu berusaha menghindar.

Beberapa kali pernyataan perempuan paruh baya itu berubah-ubah.

Awalnya dia bilang tidak memancing di empang orang tua oknum polisi. Namun, belakangan ia mengakui perbuatannya.

Oknum polisi tersebut kembali menunjuk-nunjuk, dan mengatakan kalau perempuan tersebut berbohong dan memukul kepala perempuan tersebut.

"Iye mi ciceng e kesi, iye mi (Kali ini saja)," ujar perempuan paruh baya itu. (*)

Laporan jurnalis Tribunpinrang.com, Nining Angreani.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved