Kilas Tokyo

Semua Tidak Instan

Di era bubble economy Jepang tahun 1970-1990, ada dua penyebab kematian di Jepang yang sangat mengkhawatirkan yaitu kecelakaan dan bunuh diri.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
Muh Zulkifli Mochtar 

Perhatian sangat besar diarahkan ke pengetatan penggunaan sabuk pengaman dan perbaikan lingkungan lalu lintas yang berkelanjutan.

Tidak puas di situ saja. Genderang perang terhadap kecelakaan lalulintas justru makin ditabuh. Program Keselamatan Lalu Lintas ke-11 diluncurkan pada Maret 2021.

Tahun 2021 lalu jumlah fatality turun lagi hingga 2.636 kematian. Tujuan akhir program ingin menjadikan Road Traffic Jepang teraman didunia. Targetnya; no more than 2000 death, and no more than 22.000 serious injuries.

Strateginya beragam, mulai dari pemeliharan road environment, rule enforcement, vehicle safety dan banyak lagi.

Penggunaan mobile phone disaat mengemudi juga mendapat perhatian besar. Karena sekitar 0,3 persen dari traffic crashes disebabkan oleh penggunaan alat ini.

Juga penegakan peraturan penggunaan seat belt. Penyediaan jalan yang lebih aman bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda juga menjadi fokus, karena keduanya memang adalah kategori terbesar kematian akibat kecelakaan. Masing masing 35 persen dan 17 persen dari total korban.

Jalan yang aman buat anak-anak juga menjadi fokus penting. Kita sering mendengar bahwa anak kecil di Jepang berjalan kaki sendiri ditengah lalu lintas ramai menuju sekolah.

Situasi itu tidak dibangun instan, bukan sulap menyulap. Tetapi melalui berbagai proses traffic measurement dan road safety education yg berkelanjutan.

Tanggung jawab Road Safety di Jepang ada pada institusi Polisi. Kementerian Infrastruktur dan Transportasi bertanggung jawab pada struktur dan lingkungan jalan yang aman.

Lalu Kementerian Pendidikan punya tanggung jawab atas edukasi keselamatan lalu lintas di sekolah. Semuanya bersinergi. Menghasilkan kondisi jalan yang semakin aman dari hari ke hari.

Bagaimana dengan kita? Sayang sekali, Data Korlantas Polri menunjukkan lebih dari 25 ribu jumlah traffic fatality tahun lalu. Salah satu yang tertinggi didunia.

Belajar dari experiences Jepang, mereka berhasil menekan traffic fatality melalui kerja keras dari generasi ke generasi berikutnya, program berkelanjutan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. Semuanya bukan kerja instan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved