BPA

Simak Penjelasan IARC dan WHO Soal BPA: Tidak Menyebabkan Kanker

Menurut situs resmi Otoritas Keamanan Pangan Amerika Serikat (FDA), IARC masih mengkategorikan BPA masuk di grup 3..

DOK PRIBADI
Perbandingan Kemasan Galon AMDK Polikarbonat atau PET. Diketahui International Agency for Research on Cancer (IARC) selaku badan Riset Kanker di bawah WHO tidak mengkategorikan Bisfenol A (BPA) sebagai zat yang menimbulkan kanker (karsinogenik). 

Otoritas Keamanan Makanan Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA) menyatakan, hingga saat ini BPA tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia.

Pasalnya, paparannya selama ini masih sangat terlalu rendah. Masih dibawah ambang batas yang dapat ditoleransi tubuh manusia.

Oleh karena itu EFSA memperbolehkan plastik polikarbonat untuk digunakan sebagai kemasan makanan minuman.

Sementara itu pada jurnal ilmiah Genetics, baru-baru ini mempublikasikan penelitian kelompok peneliti dari Harvard Medical School yang menunjukkan bahwa BPA bisa dinetralisir oleh zat coenzyme Q10 (CoQ10).

CoQ10 secara alamiah mampu diproduksi oleh tubuh manusia, juga ditemukan pada makanan berbahan daging sapi dan ikan.

Anggota DPR Komisi IX dari Fraksi PDIP Rachmat Handoyo menyatakan, rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk merevisi Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, khususnya pelabelan Biosphenol-A (BPA) pada Air Kemasan Galon, tidak ada urgensinya bagi rakyat. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved