BPA

Simak Penjelasan IARC dan WHO Soal BPA: Tidak Menyebabkan Kanker

Menurut situs resmi Otoritas Keamanan Pangan Amerika Serikat (FDA), IARC masih mengkategorikan BPA masuk di grup 3..

DOK PRIBADI
Perbandingan Kemasan Galon AMDK Polikarbonat atau PET. Diketahui International Agency for Research on Cancer (IARC) selaku badan Riset Kanker di bawah WHO tidak mengkategorikan Bisfenol A (BPA) sebagai zat yang menimbulkan kanker (karsinogenik). 

TRIBUN-TIMUR.COM - International Agency for Research on Cancer (IARC) selaku badan Riset Kanker di bawah WHO tidak mengkategorikan Bisfenol A (BPA) sebagai zat yang menimbulkan kanker (karsinogenik).

Menurut situs resmi Otoritas Keamanan Pangan Amerika Serikat (FDA), IARC masih mengkategorikan BPA masuk di grup 3.

Yakni tidak termasuk zat karsinogenik, namun acetaldehyde (zat yang digunakan dalam pembuatan plastik PET) justru masuk ke grup 2B (berpotensi karsinogenik).

Seperti diketahui, IARC mengklasifikasikan karsinogenik ini dalam empat grup.

Antara lain, kelompok satu karsinogenik untuk manusia. Kelompok 2A, kemungkinan besar karsinogenik untuk manusia.

Kemudian Kelompok 2B, dicurigai berpotensi karsinogenik untuk manusia.

Lalu kelompok 3, tidak termasuk karsinogenik pada manusia.

Serta kelompok 4, kemungkinan besar tidak karsinogenik untuk manusia.

“FDA (The United States Food and Drug Administration) juga menyatakan upaya produsen bisa dibuat menjadi sangat rendah dan mungkin bisa sampai ke level tidak terdeteksi,” ungkap Dr Nugraha Edi Suyatma, dosen dan peneliti senior dari IPB via rilis ke Tribun-Timur.com, Kamis (15/9/2022).

Ia mengemukakan, rencana pelabelan BPA ini akan menimbulkan mispersepsi pada konsumen, seolah kemasan plastik lain di luar polikarbonat terkesan aman.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved