Opini

Harga BBM Melejit, Rakyat Menjerit

Tahun 2025 kebutuhan energi nasional mancapai 30 MTOE (Megaton Oil Equivalent) atau setara dengan 30 miliar ton minyak.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
Doktor Lingkungan, Praktisi Industri dan Dosen Teknik Lingkungan Universitas Bosowa, Djusdil Akrim. Penulis opini Mengurai Kemacetan Lalu Lintas di Mamminasata 

Oleh: Djusdil Akrim

Doktor Lingkungan, Praktisi Industri dan KPS Teknik Lingkungan Universitas Bosowa

Tahun 2025 kebutuhan energi nasional mancapai 30 MTOE (Megaton Oil Equivalent) atau setara dengan 30 miliar ton minyak. Indonesia terancam krisis energi!

Semua sumber energi baru pun harus dikerahkan (sumber : Majalah Sains Indonesia, 2012).

Namun sepuluh tahun sudah berlalu, sejak laporan utama itu dipublish. Tidak ada road map yang jelas menghadapi krisis energi tersebut.

Bahkan harga bahan bakar terus terkoreksi dengan sejumlah pertimbangan dan argumen berdasarkan tinjauan ekonomi maupun kepentingan politis. 03 September, 2022.

Pemerintah kembali menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak). Tapi kini issue utama bukan lagi kelangkaan atau krisis energi.

Tapi justeru wacana APBN yang “jebol” akibat dampak pandemi, yang membuat lock down. Ada hegemoni USA versus China serta perang terbuka Rusia-Ukraina, yang terus memicu krisis global yang berkepanjangan.

Tentu kita tidak mau bernasib sepeti Banglades yang pada akhirnya menjadi negara bangkrut di masa modern. Cuma pertanyaan sederhana, apakah menghapus Subsisidi BBM satu-satunya opsi terbaik?

Tidakkah mega proyek “ambisius” IKN bisa menjadi pilihan untuk di cancle? Paling tidak ditunda dulu? Boleh jadi kebijakan BLT perlu kajian akademis terkait efektifitasnya?

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved