Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Sopir Pete-pete di Maros Terpaksa Naikkan Tarif, Penumpang Makin Sepi

Salah satu sopir pete-pete Rahim, mengaku semakin kesulitan mendapatkan penumpang sejak kenaikan BBM.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Muh. Irham
Tribun Maros/Nurul Hidayah
Suasana Terminal Angkutan Umum atau Pete-pete di Pasar Tramo Maros, Rabu (7/9/2022). Sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, para sopir pete-pete di Maros langsung menaikkan tarif angkutan, akibatnya, penumpang langsung sepi 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Terminal angkutan umum atau pete-pete di Pasar Tramo Maros, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros sepi dari aktivitas penumpang lima hari usai kenaikan BBM, Rabu (7/9/2022).

Salah satu sopir pete-pete Rahim, mengaku semakin kesulitan mendapatkan penumpang sejak kenaikan BBM.

"Penumpang mulai pagi tidak ada, sementara kami sudah mengantri dari Pukul 07.00 WITA, sampai sekarang belum ada penumpang," katanya.

Ia pun mengatakan terpaksa menaikkan tarif trayek angkutan umum.

Kenaikan tarif trayek angkutan ini, diberlakukan sepihak oleh para sopir angkutan untuk menyesuaikan harga ditengah tingginya biaya operasional dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak.

"Tarif angkutan ke Camba sekarang Rp 30 ribu sebelumnya Rp 25 ribu terpaksa dinaikkan karena BBM naik," katanya.

Sopir lainnya, Ismail menyebutkan akibat kenaikan tarif trayek pete-pete ini, penumpang semakin berkurang.

Ia pun mengaku semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Selama ada perubahan BBM kita lihat sendiri keadaan di terminal, kami tidak setuju kenaikan BBM ekonomi kita semakin terpuruk, berdampak ke tarif angkutan terpaksa di naikkan karena kita mau bagaimana, itupun muatan selalu sepi," ujarnya.

Ia mengatakan biaya operasional selama kenaikan BBM ini meningkat hingga 50 persen.

"Dulu beli minimal Rp 100 ribu sudah cukup pulang balik, sekarang Rp 150 ribu tidak sebanding dengan pemasukan, biasa kita bisa dapat sekitar Rp 100 ribu perharinya," sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang, Perhubungan dan Pertanahan (PUTRPP), Moetazim Mansyur mengatakan pihaknya belum mengeluarkan tarif trayek angkutan yang resmi.

Sebab, pihaknya masih melakukan pengkajian untuk penyesuaian tarif.

"Untuk penyesuaian tarif angkutan harus cepat kita lakukan. Semua tarif angkutan alami perubahan, untuk kenaikan akan kami kaji sesuai peraturan pemerintah no 2 tahun 2022 mengenai angkutan moda transportasi,akan kita keluarkan nanti tarif resminya dalam waktu dekat," ucapnya.

Moetazim menambahkan beberapa perwakilan sopir pete-pete telah memberikan tarif usulan kepadanya.

"Sudah ada perwakilan sopir yang memberikan tarif sementara kepada kami, namun kami menilai itu masih cukup tinggi dan kita sementara masih mengkaji, kami pastikan tarif resmi akan keluar dalam minggu ini," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved