Harga BBM Naik
Suara Hati Para Sopir Pete-pete di Maros Mending Tolak BLT: Paling Lama Hanya 6 Bulan Saja
"kami tidak butuh BLT. Karena BLT paling lama hanya sampai 6 bulan saja, sementara kami butuh pekerjaan ini sampai tua"
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kenaikan BBM di Indonesia menuai penolakan dari kalangan sopir pete-pete atau Sopir Angkutan Umum di Kabupaten Maros.
Mereka menilai kenaikan harga BBM khususnya Pertalite terlalu tinggi.
Sementara, mereka belum berani menaikkan tarif pete-pete.
Salah satu sopir pete-pete, Baharuddin mengatakan pasca kenaikan BBM ini, jumlah penumpang pun menurun drastis.
Padahal sebelum kenaikan BBM, mereka sudah cukup kesulitan mendapatkan penumpang.
"Baru dua hari kenaikannya sudah terasa sekali. Biasanya kami dapat dua atau tiga orang penumpang, sekarang satu pun sudah tidak dapat," katanya.
Burhanuddin yang sehari-hari mengemudikan Pete-pete dari Kecamatan Camba ke Maros kota, menambahkan sebagian masyarakat memilih naik motor saja.
"Jaraknya ke Maros kota - Camba itu kurang lebih 40 KM, dan sekarang mereka lebih memilih untuk naik motor sendiri atau menumpang sama tetangga atau keluarganya karena lebih hemat," katanya.
Burhanuddin menuturkan hingga dua hari setelah kenaikan BBM, belum mengambil langkah penambahan tarif, karena masih menunggu keputusan pemerintah setempat.
"Kita tidak bisa serta-merta menaikkan tarif secara sepihak, masih munggu keputusan pemerintah, jadi kami hanya meminta pengertian penumpang, kalau ada yang kasih lebih tarifnya Alhamdulillah," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini, tarif pete-pete Maros Kota - Camba sebesar Rp 25 ribu.
Jika dinaikkan, Burhanuddin memprediksi bisa mencapai Rp 30 ribu perorang.
"Tarif tinggi ini bagus, jika ada yang mau diangkut, tapi kan semakin tinggi tarif, penumpang akan semakin berkurang," ujarnya.
Ia pun berharap pemerintah bisa menurunkan harga BBM kembali.
"Kami maunya harga BBM diturunkan saja, kami tidak butuh BLT. Karena BLT paling lama hanya sampai 6 bulan saja, sementara kami butuh pekerjaan ini sampai kami tua," ujarnya.