Harga BBM Naik

Parpol Non Parlemen Gelora Protes Keras Langkah Presiden Jokowi Naikkan BBM

Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia memprotes kenaikan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite, solar dan Pertamax. 

Editor: Muh Hasim Arfah
dok wikipedia.com
Dewan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) memprotes kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax. Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengkritik langkah pemerintahan Presiden Jokowi menaikkan BBM. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia memprotes kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, solar dan Pertamax. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan menteri resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per hari, Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB. 

Partai Gelora adalah partai non parlemen yang menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Selain itu, ada juga Partai Buruh, Partai Demokrat, dan beberapa partai non parlemen. 

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menegaskan, kenaikan harga BBM akan menyusahkan kehidupan rakyat. 

Mereka sudah susah akibat dampak pandemi dan ketidakpastian global.

Baca juga: Breaking News: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Ratusan Mahasiswa Blokade Jl Sultan Alauddin Makassar

"Argumentasi terkait subsidi sebagai beban ekonomi yang salah sasaran, itu hanya retorika belaka pemerintah saja. Kenaikan harga BBM justru akan semakin menyusahkan masyarakat," kata Fahri, dikutip Tribun Timur, Senin (5/9/2022). 

Menurut Fahri, argumentasi pemerintah subsidi hanya dinikmati oleh pengguna mobil pribadi, bukan rakyat miskin sebagai alasan yang tidak pernah bisa diterima rakyat sampai kapanpun.

Sebab, pencabutan subsidi itu, kata Fahri, merugikan kepentingan rakyat, dan menambah beban hidup masyarakat yang sudah sulit saat ini.

"Hal itu tidak akan pernah diterima rakyat sampai kiamat. Rakyat menganggap pencabutan subsidi akan menambah kesulitan hidup mereka," kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menegaskan.

Fahri menegaskan, sesuai konstitusi, maka tugas pemerintah adalah membantu dan membela rakyat di dalam kesulitan hidup.

Oleh sebab itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini berharap pemerintah tidak perlu mengikuti protokol kaum kapitalis, yang tidak menghendaki adanya dukungan kepada rakyat melalui pemberian subsidi.

Baca juga: Depan Kantor DPRD Sulsel Dipasangi Kawat Berduri

"Mereka (kaum kapitalis, red) ingin kompetisi berlangsung secara sempurna, tidak ingin ada subsidi-subsidi, semua harus diserahkan ke mekanisme pasar," tandas Fahri.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022). Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu/liter. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved