Harga BBM Naik

Nelayan di Bulukumba Menjerit! Harus Tambah hingga Rp2 Juta Sekali Melaut

"Dulu itu kalau keluar cari ikan di Selayar, sekitar Rp7 juta semua. Sekarang mungkin sudah Rp10 juta," tambahnya.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Waode Nurmin
TribunBulukumba.com/Firki Arisandi
Nelayan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, H Nur, Senin (5/9/2022). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak alias BBM, juga mulai dirasakan oleh nelayan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mereka harus menambah uang operasional saat hendak melaut mencari ikan.

Seperti yang disampaikan oleh nelayan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, H Nur, Senin (5/9/2022).

Menurut H Nur, jika sebelumnya, dalam sekali melaut mereka harus mengeluarkan kurang lebih Rp4 juta untuk membeli solar, kini bertambah menjadi Rp6 juta.

"Ada sekitar Rp2 juta selisihnya. Ini sangat menyiksa sebenarnya, itu belum termasuk beli es balok dan lainnya," kata H Nur.

"Dulu itu kalau keluar cari ikan di Selayar, sekitar Rp7 juta semua. Sekarang mungkin sudah Rp10 juta," tambahnya.

Kondisi ini, lanjut H Nur, jelas menyiksa mereka, karena harus mengeluarkan uang operasional lebih banyak.

H Nur mengaku kecewa dengan pemerintah karena telah menaikkan harga BBM.

"Sebelumnya kita sudah bahagia karena tidak jadi naik, tapi dinaikkan juga. Ini sangat menyiksa kami," kata H Nur.

Sekadar diketahui, pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Sabtu (3/9/2022) lalu.

Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Kemudian, Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

Sementara Pertamax mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. (TribunBulukumba.com)

 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved