Tribun Sinjai

Disnak Sinjai Taksir Kerugian Peternak Tembus Rp250 Miliar Dari Investari Rp1 T Akibat Serangan PMK

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjaim emprediksi kerugian dialami peternak akibat sapi mereka terkena virus Penyakit Mulut dan Kuku

Editor: Muh Hasim Arfah
dok tribun timur
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak), Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengungkap potensi kerugian peternak di daerah tersebut, Kamis (25/8/2022). Mereka memprediksi jumlah kerugian bakal dialami peternak akibat sapi mereka terkena virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai, Sulawesi Selatan merilis potensi kerugian peternak di daerah tersebut.

Mereka memprediksi jumlah kerugian dialami peternak akibat sapi mereka terkena virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Taksiran kerugian peternak bisa mencapai Rp250 miliar dari total investasi petani dari usaha ternak Rp1 triliun," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai, Burhanuddin, Rabu (24/8/2022).

Hal itu dapat terjadi jika virus PMK tak dapat dikendalikan dengan baik.

Sehingga, tantangan saat ini adalah oknum pedagang sapi tidak disiplin dalam pencegahan penyebaran PMK.

Oknum peternak tersebut berada di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo.

Baca juga: Kasus PMK di Enrekang Makin Meluas, Kini Menjangkiti Hewan Ternak di Enam Kecamatan

Mereka menolak ternak sapinya positif PMK dikarantina dan dipotong bersyarat.

Akibatnya, sejumlah ternak sapi di Sinjai sudah tertular virus PMK dari sapi milik oknum pedagang sapi di desa tersebut.

Total populasi ternak di Kabupaten Sinjai saat ini 124 ribu ekor.

Untuk sementara baru 800 ekor lebih yang telah divaksin PMK.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved