Opini Nurhaliza Amir

Opini Nurhaliza Amir: Merdesa Belajar Dulu, Merdeka Belajar Kemudian

Moto ‘Merdeka Belajar, Guru Penggerak’ dari Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, belum bisa betul-betul menjadi motor bagi para pengajar.

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - Opini Nurhaliza Amir: Merdesa Belajar Dulu, Merdeka Belajar Kemudian 

Oleh: Nurhaliza Amir

Koordinator Divisi Humas FLP Ranting Unhas. Education Officer of AIYA Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM - Menurut KBBI, merdesa artinya layak; patut; sopan (beradab). ‘Merdesa Belajar’ penulis definisikan sebagai segala aspek yang berkaitan dengan kegiatan belajar atau pendidikan yang layak, terpenuhi, dan sebagaimana mestinya.

Moto ‘Merdeka Belajar, Guru Penggerak’ dari Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, belum bisa betul-betul menjadi motor bagi para pengajar.

Guru honorer masih mengharapkan perubahan di waktu mendatang terkait kesejahteraannya.

Belum lagi soal infrastruktur yang belum merata, juga keterbatasan akses internet untuk mendapat sumber media belajar lainnya.

Katanya, konsep Merdeka Belajar tidak bisa dipisahkan dari suasana belajar yang bahagia dan tanpa dibebani oleh pencapaian skor tertentu.

Nyatanya, suasana belajar yang nyaman masih menjadi hal langka bagi sebagian murid di pedesaan bahkan di perkotaan.

Saat masa pandemi banyak sekolah yang kesulitan menerapkan belajar dari rumah untuk mengikuti kelas daring.

Di beberapa media diberitakan siswa hingga mahasiswa harus belajar di pinggir jalan hanya untuk mendapat sinyal yang stabil.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved