Sagu

Pohon Sagu di Luwu Utara Makin Sedikit, Pengrajin Butuh 10-15 Batang Setiap Kali Berproduksi

Naim mengatakan, dibutuhkan waktu sekitar 15 hari untuk mengolah pohon sagu hingga menjadi tepung.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Muh. Irham
ist
Proses pengemasan tepung sagu di Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Kamis (28/7/2022). Untuk membuat tepung sagu, para pengrajin biasanya membutuhkan waktu 15 hari mulai dari penebangan, pemerasan hingga pengemasan 

BAEBUNTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Membuat tepung sagu jadi pekerjaan sebagian warga Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Diantara warga yang menggantungkan hidupnya dari sagu adalah Naim.

Naim menceritakan bagaimana proses pembuatan tepung sagu.

Dimulai dari penyediaan bahan baku sampai menjadi tepung siap konsumsi.

Naim mengatakan, dibutuhkan waktu sekitar 15 hari untuk mengolah pohon sagu hingga menjadi tepung.

"10 hari untuk proses penebangan dan pengangkutan, sedangkan untuk penggilingan, pemerasan, dan pembuatan tempat tepung sagu membutuhkan waktu sekitar 5 hari," jelas Naim, Kamis (28/7/2022).

Untuk sekali pengolahan, dibutuhkan 10-15 batang sagu atau sesuai dengan kapasitas alat yang digunakan.

"Dalam 1 batang pohon sagu dapat menghasilkan 30 tumang sagu, jadi dalam kurun waktu dua minggu dengan jumlah 10-15 batang sagu dapat menghasilkan sekitar 450 tumang, harga dari petani ke pengencer sekitar Rp 50.000 sampai Rp 65.000 per tumang," jelasnya.

Pembuat sagu di Desa Salulemo bekerja secara kelompok.

"Jumlah kelompok yang ada di tempat kami sebanyak 7 kelompok, setiap kelompok di dalamnya terdapat 4 sampai 8 orang," tutur Naim.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved