Opini Tribun Timur
Kultur Demokrasi
Demokrasi sebagai konsep rupanya tak cukup dengan prosedur, kultur demokrasi pun mesti menjadi penguat untuk mendirikannya sebagai bahagian integral
Oleh: Abdul Karim
Majelis Demokrasi dan Humaniora
Demokrasi sebagai konsep rupanya tak cukup dengan prosedur, kultur demokrasi pun mesti menjadi penguat untuk mendirikannya sebagai bahagian integral dari cara berfikir dan bertindak dalam sebuah institusi.
Dalam banyak hal, kultur demokrasi penting untuk menerapkan konsep demokrasi sebagai aksi.
Aspek hukum misalnya, memang benar hukum adalah salah satu unsur pokok penegakan demokratisasi.
Tetapi penegakan hukum akan loyo bila kultur demokrasi tak membiasa dalam hari-hari kita disebuah institusi--termasuk institusi negara.
Sebab hukum itu sendiri esensinya mengabdi pada kaum ramai. Kaum ramai tentu bertalian dengan kultur.
Cara berfikir dan bertindak mesti sejalan untuk penegakan demokrasi. Bila cara berfikir saja yang demokratis, maka tindakan akan salah jalan.
Dan bila cara bertindak saja yang demokratis, maka fikiran/paradigma berpotensi terganggu dan gangguan itu bisa saja mengembalikan tindakan pada pola-pola otoritarianisme.
Apa kultur demokrasi itu? Kultur demokrasi dapat diartikan sebagai nilai-nilai demokratis yang diterapkan dalam kehidupan warga negara.
Jika demokrasi pada umumnya diterapkan dalam pemilu, pilkada, dan sebagainya sebagai prosedur, maka budaya demokrasi tercermin dari sikap pemerintah, wakil rakyat dan masyarakat di kesehariannya.
Nilai-nilai kultur demokrasi yang diterapkan seperti keadilan, toleransi, persatuan, kerja sama, musyawarah, dan sebagainya tercermin dalam setiap cara berfikir dan bertindak.
Lalu mari bercermin. Kultur demokrasi kita sebenarnya sangat dangkal. Faktor ini sebenarnya sering merepotkan bangsa ini.
Lihatlah, orang-orang teriak, berpendapat, dan berdebat tentang pemilu atau pilkada--tetapi nilai-nilai kultur demokrasi itu tak pernah maksimal dipraktikkan dalam setiap praktik politik kita.
Lembaga-lembaga politik formal seperti parpol begitu aktif mendendangkan demokrasi, tetapi di internal mereka sendiri, demokrasi tak berbukti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/abdul-karim-majelis-demokrasi-humaniora-45.jpg)