Mahasiswi UMI Meninggal
Polisi Periksa 3 Saksi Kasus Mahasiswi UMI yang Tewas saat Pengkaderan di Malino
Perempuan asal Maros itu meninggal saat pengkaderan di Malino, Embun Pagi Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Buluttana Kecamatan Tinggimoncong, Gowa.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-GOWA.COM - Polisi tengah menyelidiki penyebab kematian mahasiswi berinisial ZA (20)
Perempuan asal Maros itu meninggal saat pengkaderan di Malino, Embun Pagi Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Buluttana Kecamatan Tinggimoncong, Gowa.
Kapolsek Tinggimoncong Polres Gowa, AKP Jumadi mengatakan, jika saat ini panitia kegiatan sedang menjalani proses pemeriksaan terkait kematian mahasiswi tersebut.
Ia menyebut, ada tiga saksi sementara diperiksa.
"Sementara kita periksa semua. Kita periksa panitianya dengan mahasiswa dan teman temannya. Sudah ada tiga (saksi) yang datang, yang lain masih belum datang. Mahasiswa semua," ujarnya, Minggu (24/7/22)
Sebelumnya diberitakan, Pengkaderan mahasiswa kembali menelan korban.
Seorang mahasiswi berinisial ZA (20) meninggal dunia saat mengikuti pengkaderan.
ZA berasal dari Kabupaten Maros
Sedangkan, seorang mahasiswa lainnya berinisial MF (20) asal Makassar, masih menjalani perawatan medis.
Keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Mahasiswa Muslim Indonesia (UMI).
Mereka mengikuti pengkaderan senat Fakultas di Embun Pagi Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Buluttana Kecamatan Tinggimoncong, Gowa.
Kapolsek Tinggimoncong Polres Gowa, AKP Jumadi mengatakan selain satu korban meninggal dunia, ada juga satu orang lainnya yang sakit.
Dia menyebut korban yang sementara sakit berinisial MF masih menjalani perawatan medis.
"Selain korban meninggal dunia, ada juga satu orang lainnya yang sakit dan sementara dirawat," ujarnya, Minggu (24/7/22)
Dia membeberkan, jika ada mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (umi) dari fakultas Kesehatan Masyarakat sebanyak 61 orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sayyid-ddd.jpg)