Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mahasiswi UMI Meninggal

Mahasiswi UMI yang Meninggal saat Pengkaderan Dimakamkan di Maros

ZA meninggal dunia saat mengikuti pengkaderan di Embun Pagi, Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Buluttana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Foto mendiang Zhafira Azis Syah Alam 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jenazah mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ZA (20) langsung dimakamkan hari ini juga, Minggu (24/7/2022).

ZA meninggal dunia saat mengikuti pengkaderan di Embun Pagi, Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Buluttana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

ZA dikabarkan meninggal dunia sekira pukul 04.00 wita di Puskesmas Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Karena ZA diduga meninggal tidak wajar, maka pihak keluarga meminta agar jenazahnya di autopsi.

Sehingga jenazah ZA dibawa ke rumah sakit Bhayangkara sekira pukul 09.00 wita untuk dilakukan autopsi.

Setelah dokter polisi mengautopsi jenazah ZA, orangtua korban langsung membawa jenazahnya pulang ke kampung halaman di Jl Dr Ratulangi, Kabupaten Maros sekira pukul 15.00 wita.

"Saat sampai di rumah langsung dimandikan, disalati, kemudian dimakamkan," kata Abdul Azis kepada Tribun-Timur.com, Minggu malam.

"Dimakamkan di kampung halaman pukul 17.30 wita tadi," lanjutnya.

Dosen UNM itu mengatakan jeazah ZA langsung dimakamkan hari ini juga sebab telah meninggal sebelum waktu subuh.

"Karena sudah cukup lama, jadi langsung dimakamkan sebelum malam," katanya.

Abdul Azis mengaku belum mengetahui pasti penyebab anaknya meninggal dunia.

Tapi ia menyebutkan kematiannya tidak wajar.

Sebab sepengetahuan dia, ZA tidak memiliki penyakit dan sebelum berangkat ke lokasi pengkaderan, ia dinyatakan dalam kondisi sehat berdasarkan surat keterangan dokter.


"Selama hidup tidak pernah memiliki penyakit serius. Paling hanya sakit gigi atau yang ringan," katanya.


"Apalagi ibunya juga orang kesehatan, jadi tahu betul kondisi kesehatannya," lanjut Abdul Azis.


Karena adanya dugaan ketidakwajaran itu, Abdul Azis minta polisi untuk melakukan visum.


"Kita tunggu saja hasilnya nanti dari polisi bagaimana," ucapnya. (*)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved