Danau Matano

Dishub Luwu Timur Diminta Aktif Awasi Penyeberangan Danau Matano

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Luwu Timur diminta aktif mengawasi aktifitas penyerberangan Dermaga Sorowako.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sukmawati Ibrahim
IVAN ISMAR / TRIBUN TIMUR
Aktifitas penyerberangan Dermaga Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulsel. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Luwu Timur diminta aktif mengawasi aktifitas penyerberangan Dermaga Sorowako ini.    

TRIBUNLUTIM.COM, NUHA - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Luwu Timur diminta aktif mengawasi aktifitas penyerberangan Dermaga Sorowako.

Khususnya, soal kelaikan perahu penyeberangan yang digunakan seperti rap dan katinting.

Rap bisa mengangkut truk, minubus, motor dan orang. Sementara katinting hanya motor dan penumpang.

Dermaga Sorowako lokasinya di Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tiap harinya, Dermaga Sorowako melayani penyeberangan menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Rutenya dari Dermaga Sorowako menuju Dermaga Nuha dan sebaliknya, melintasi Danau Matano.

Penasehat Dermaga Sorowako, Adi mengatakan, petugas dinas perhubungan penting untuk melakukan pengawasan.

Ia menyarankan Dishub Luwu Timur perlu memeriksa kelaikan perahu penyeberangan.

"Ini untuk menjamin kapal penyeberangan aman digunakan," kata Adi, Minggu (24/7/2022).

Kalau dianggap tidak aman (perahu), Dishub Luwu Timur bisa memberikan catatan kepada pemilik kapal.

Pernah kejadian, pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Selatan (Sulsel) insiden di Danau Matano, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Kamis (11/3/2021).

Randis merek Toyota Hilux double cabin warna hitam DD 8077 A yang digunakan pegawai Dinas PU Sulsel yaitu Amrul (45), Andi Ihsan (48) dan Andi Idil (37), jatuh ke danau dan tenggelam. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved