Jelang Lebaran Penjual Daun Ketupat & Daun Pisang Ramai di Pasar, Menjual dari Pukul 3 Subuh
Selain ketupat, daun pisang juga menjadi bahan yang banyak dijual di pasar jelang hari raya ini.
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, penjual anyaman daun ketupat dan juga daun pisang mulai ramai di pasar.
Utamanya dua pasar tradisional yang dipantau Tribun-Timur.com, Jumat (8/7/2022) yaitu Pasar Pabaeng-baeng dan Pasar Toddopuli.
Daun ketupat yang dijual sudah teranyam dengan rapi. Ada dua bahan yang dijual yaitu dari daun pandan dan juga ada dari daun kelapa.
Ketupat menjadi salah satu menu santapan favorit dalam merayakan hari raya Idul Adha maupun Idul Fitri.
Selain ketupat, daun pisang juga menjadi bahan yang banyak dijual di pasar jelang hari raya ini.
Sebab, tidak sedikit masyarakat Kota Makassar selalu membuat buras pada hari raya.
Daeng Ati (65) menyebutkan telah menjual kulit ketupat di pinggir jalan depan Pasar Pabaeng-baeng sejak pukul 03.00 wita dinihari.
Sebanyak 500 buah kulit ketupat berbahan daun pandan Daeng Ati jual seharga Rp 10 ribu per ikat.
Dalam satu ikat berisi 10 buah kulit ketupat.
Ketupat tersebut dibelinya dari orang lain yang juga berada di Makassar.
"Tidak tahu saya bikin. Jadi beli dari orang lain. Lumayan bisa untung Rp 1000," katanya.
Pedagang lain di Pasar Pabaeng Baeng, Tata Daeng Sitaba (48) malah menjual enam kali lipat dari jualan Daeng Ati.
Tata Daeng Sitaba membawa langsung 3000 buah kulit ketupat dari Kabupaten Gowa.
Di Gowa, ia hanya membelinya seharga Rp 6000 per ikat atau berisi 10 biji kulit ketupat berbahan daun pandan juga.
Kemudian dijualnya kembali seharga Rp 10 ribu di Pasar Pabaeng Baeng.