Warga Sebut Bisnis Solar Ilegal Marak di Maros, Oknum SPBU Diduga Layani Truk Tangki Modifikasi

Ketiga SPBU yang diduga menyuplai mafia solar ilegal tersebut yakni Kasuarang Kecamatan Lau, Jawi-jawi Bantimurung dan poros Kariango, Mandai.

Editor: Ansar
warga
Tangki modikasi yang disimpan di bak truk pengangkut material diduga beroperasi di SPBU Kasuruang, Kecamatan Lau, Maros. Ada tiga SPBU yang diduga melayani mafia, namun yang disebut paling parah adalah Kasuang. Oknum SPBU melayani truk yang bertangki modifikasi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bisnis Bahar Bakar Minyak (BBM) atau solar ilegal marak di Kabupaten Maros.

Ada tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang diduga menjalankan bisnis ilegal tersebut.

Ketiga SPBU yang diduga menyuplai mafia solar ilegal tersebut yakni Kasuarang Kecamatan Lau, Jawi-jawi Bantimurung dan poros Kariango, Mandai.

Namun yang disebut paling parah adalah Kasuang. Oknum SPBU melayani truk yang bertangki modifikasi.

Bak truk pengangkut material dimodifikasi untuk mengangkut BBM subsidi yang dijual ilegal.

"Bisnis solar ilegal mulai marak di Maros. Itu SPBU Kasuarang, baru sekitar setahun beroperasi tapi sudah melakukan pelanggaran," kata seorang warga ISY sembari meminta identitas aslinya disebut.

ISY menyebut sudah beberapa kali memergoki adanya truk atau kendaraan yang memiliki tangki modifikasi melakukan pengsian.

Namun pihak SPBU tak kapok karena diduga adanya oknum kepolisian yang bekingi.

ISY menyebut Maros adalah surga bagi para pebinis ilegal karena adanya pembiaran.

SPBU Kasuruang, Kecamatan Lau, Maros
Tangki modikasi yang disimpan di bak truk pengangkut material diduga beroperasi di SPBU Kasuruang, Kecamatan Lau, Maros. Ada tiga SPBU yang diduga melayani mafia, namun yang disebut paling parah adalah Kasuang. Oknum SPBU melayani truk yang bertangki modifikasi.

Wargapun meminta PT Pertamina Regional Sulsel untuk turun tangan dan memberikan sanksi berupa pencabutan izin operasional bagi SPBU nakal.

"Kenapa marak bisnis BBM ilegal di Maros? itu karena kurangnya pengawasan dari pihak Pertamina. Kalau pengawasan ketat, pasti hal tidak terjadi," kata dia.

Ia menyebut, ada dua bos BBM ilegal di Maros yakni Iwan dan Makmur.

Jatah BBM ilegal di SPBU Kasuarang sekira 26 ton dalam sehari,.

"Iwan dan Makmur berbagi enam belas  sampai delapan belas ton per harinya," kata ISY.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved