PPDB Online 2022

Cara Antisipasi Salah Koordinat Saat Daftar PPDB Jalur Zonasi

Perbedaan koordinat menjadi banyak aduan masyarakat terkait Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online jalur zonasi.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
SITI AMINAH/TRIBUN TIMUR
Kepala Dinas Pendidikan Makassar Muhyiddin. Ia menjelaskan penyebab adanya perbedaan koordinat yang menjadi aduan masyarakat terkait Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online jalur zonasi. Data siswa di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) acap kali berbeda dengan kartu keluarga (KK) atau data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perbedaan koordinat menjadi banyak aduan masyarakat terkait Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online jalur zonasi.

Data siswa di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) acap kali berbeda dengan kartu keluarga (KK) atau data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Kepala Dinas Pendidikan Makasar Muhyiddin mengatakan, itu terjadi karena tidak adanya sinkronisasi data kependudukan dengan dapodik.

Banyak masyarakat memindahkan domisli anaknya. Anaknya dipindahkan ke rumah keluarga atau kerabat yang rumahnya dekat dari sekolah.

Itu dilakukan untuk persiapan pendaftaran PPDB jalur zonasi.

"Banyak kasus seperti itu, pemindahan KK anak ke keluarga yang lain, ada yang mengaku sudah lama tinggal di rumah neneknya tapi baru mengurus pindah KK nya," ucap Muhyiddin kepada Tribun-Timur.com, Jumat (24/6/2022).

Setelah melakukan perpindahan Kependudukan, banyak orang tua siswa tidak melaporkan perubahan tersebut ke sekolah asal.

Padahal, perubahan data harus diupdate agar sinkron ke dapodik dan tidak menimbulkan masalah saat melakukan pendaftaran PPDB.

"Inilah yang jadi masalah, banyak yang pindah tapi tidak sampaikan ke sekolah asalnya, harusnya dilapor ke SD tempatnya sekolah sebelum daftar PPDB SMP," jelas Muhyiddin.

"Kalau daftar SD kan otomatis sudah ada data-datanya di dapodik, saat daftar SMP data itu lah yang akan muncul kembali, jika tidak dikoordinasikan dengan sekolah maka tidak akan berubah datanya," sambung Muhyiddin. 

Untuk sementara, operator sekolah akan membantu orang tua untuk memperbaiki kesalahan koordinat tersebut.

Syaratnya, mereka harus membawa KK lama dan KK baru sebagai pembanding.

"Dalam juknis PPDB memang ada syaratnya, domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada KK yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB," ungkap Muhyiddin.

Karena banyaknya masalah dalam PPDB online jalur zonasi, Dinas Pendidikan memperpanjang masa pendaftaran.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved