Opini
Unismuh dan Kesederhanaan
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar saat ini sedang berulang tahun yang ke 59 (19 Juni Tahun 1963-2022).

Di Sulawesi Selatan, nama KH Jamaluddin Amin juga disebut-sebut sebagai pemimpin Muhammadiyah yang bersahaja penuh dengan kesederhanaan, rumahnya di Jalan Talassalapang bukan saja sangat sederhana, bahkan sering kebanjiran ketika musim hujan tiba.
Nama-nama pimpinan pusat dan wilayah yang disebut di atas, hanya sebagian kecil dari sekian nama-nama besar pimpinan Muhammadiyah, termasuk di Unismuh Makassar yang hidupnya bersahaja dan penuh kesederhanaan.
Inilah ciri khas Unismuh dan kader Muhammadiyah pada umumnya.Pertanyaannya, darimana hidup bersahanya dan penuh kesederhaan ini berasal ?, jawabnya sekali lagi, dari pendahulunya.
Pendiri Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan mengatakan bahwa “Warga Muhammadiyah tidak mencari kehidupan dalam Perserikatan Muhammadiyah, tetapi senantiasa menghidup-hidupi Muhammadiyah”.
Menjadilah dokter, sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah master, insinyur, dan (profesional), lalu kembalilah ke Muhammadiyah sesudah itu.
Beberapa pernyataan pendiri Muhammadiyah di atas, mengandung nilai sekaligus menjadi penuntun dan pengendali bagi kadernya dalam melaksanakan amal usaha Muhammadiyah yang secara normatif dituntut untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam serta melaksanakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Tajdid.
Selamat kepada warga Muhammadiyah, khususnya Unismuh Makakssar yang hari ini berulangtahun ke 59, semoga hidup dalam kesederhanaan tetap terjaga dan memberi keteladanan, khususnya bagi pemerintah dalam membangun bangsa yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Semoga. (*)