Aksi Puan Maharani Matikan Mikrofon Terulang Lagi Saat Paripurna, Tak Terima Perlakuan Fraksi PKS

Hanya saja 'korban' Puan Maharani tahun 2020 dan tahun 2022 berbeda. Mereka juga berasal dsari fraksi berbeda.

Editor: Ansar
Kolase dpr.go.id
Komisi VI DPR asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Amin AK yang dimatikan mikrofonnya oleh Puan Maharani saat instrupsi. 

Puan lalu memberikan kesempatan bagi Amin untuk berbicara, dengan waktu maksimal satu menit.

 Namun Amin berusaha menawar dan meminta waktu interupsi selama empat menit.

"(Rapat paripurna) ini sudah tiga jam," kata Puan.

Amin kemudian menyampaikan interupsinya, dan mempersoalkan tidak adanya aturan hukum yang mengatur larangan terhadap seks bebas, dan penyimpangan seksual.

Ia pun mendorong revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mengatur ketentuan tindak pidana kesusilaan secara lengkap.

Namun, setelah sekitar 3 menit berbicara, suara Amin tiba-tiba menghilang.

Seketika, Puan kembali berbicara dan menutup rapat paripurna tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta rapat.

Ternyata, bukan hanya terjadi pada tahun 2020 dan 2022.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada rapat paripurna terkait persetujuan Jenderal (TNI) Andika Perkasa sebagai panglima TNI, (8/11/2021).

Ketika itu, anggota Komisi X dari Fraksi PKS Fahmi Alaydroes menjadi 'korbannya'.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Interupsi Anggota DPR Kembali Terpotong Saat Puan Pimpin Rapat Paripurna"

Ketua DPR RI Puan Maharani kembali menajdi sorotan dalam rapat paripurna penyetujuan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI kemarin, Senin (8/11/2021).

Pada penghujung rapat tersebut, politisi PDIP itu terlihat mengabaikan interupsi peserta rapat.

Dalam repat yang ditayangkan secara virtual itu terdengar seorang anggota DPR mengajukan interupsi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved