Resonansi Tribun Timur

Resonansi Tribun Timur: Alumni

Meski tidak secara eksplisit, organisasi-organisasi alumni universitas, tampak sedang mengkonsolidasikan diri jauh lebih intens untuk unjuk kiprah

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Moch Hasymi Ibrahim 

Resonansi Tribun Timur
Alumni
Oleh: Moch Hasymi Ibrahim
Budayawan

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada masa Orde Baru, desain pembangunan nasional, khususnya pembangunan ekonomi, diarsiteki oleh para guru besar Universitas Indonesia.

Mereka kemudian dijuluki “ Mafia Berkeley ”, sebab mereka rata-rata memperoleh master dan doktor dari University Of California at Berkeley.

Dan rata-rata mereka memperoleh beasiswa ke sana melalui Ford Foundation, pada tahun enampuluhan.

Dari merekalah pembangunan nasional ditumpukan pada pertumbuhan yang mensyaratkan investasi besar, terutama dengan pinjaman luar negeri.

Salah satu basis teori pertumbuhan yang digunakan adalah teori “tetesan ke bawah” - trickle down effect, dimana akumulasi kapital dan pertumbuhan tinggi diasumsikan akan menetes ke bawah menciptakan pemerataan.

Satu syarat  utama bekerjanya teori pertumbuhan ini adalah terciptanya stabilitas. Pasal terakhir inilah, menurut para ahli, yang menyebabkan rejim Soeharto menjalankan politik tangan besi. 


Menggunakan sudut pandang masa kini, kita tentu tak dapat serta merta menimpakan kesalahan kepada para Alumni Berkeley tersebut.

Mereka adalah para ahli yang kompatibel pada jamannya, berperilaku rasional, teknokratik dan efektif membawa Indonesia sampai tahap dikenal sebagai “macan Asia” serta berhasil mengentaskan infrastruktur dasar kehidupan masyarakat terutama pendidikan dan kesehatan.

Hampir semua kita saat ini adalah “produk” Orde Baru, termasuk tentu saja “side effect-nya” — daya kritis dan tuntutan kebebasan berekspresi yang kala itu tidak kita peroleh.

*

Pada masa kini, kealumnian tampak makin relevan terutama yang terkait dengan penyelenggaraan kekuasaan negara.

Meski tidak secara eksplisit, organisasi-organisasi alumni universitas, tampak sedang mengkonsolidasikan diri jauh lebih intens untuk unjuk kiprah.

Dalam amatan selintas, terutama yang terkait dengan isu-isu politik praktis, kealumnian perguruan tinggi terasa mulai dapat dimanfaatkan untuk mengartikulasikan kepentingan politik.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved