Waspadai Campak, Dinkes Luwu Timur Sasar 65.675 Anak Diimunisasi

Ketua PKK Luwu Timur, Sufriaty Budiman mengingatkan orang tua terkait pentingnya imunisasi bagi anak-anak.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Ketua PKK Luwu Timur, Sufriaty Budiman   

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Kesehatan Luwu Timur menyasar 65.675 anak usia 9 bulan sampai 12 tahun diimunisasi mulai tahun ini.

Ketua PKK Luwu Timur, Sufriaty Budiman mengingatkan orang tua terkait pentingnya imunisasi bagi anak-anak.

Ini upaya mencegah berbagai penyakit menular serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Menurut Sufriaty, anak adalah aset bangsa yang dititipkan Allah kepada orang tua untuk dididik, disayangi, dijaga dan diayomi.

"Terutama menjaga mereka dari berbagai penyakit yang berbahaya dan mematikan seperti measless atau campak dan rubella," kata Sufriaty, Jumat (20/5/2022).

Sufriaty telah mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasonal (BIAN) tingkat Luwu Timur.

BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan campak-rubella serta melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat.

Manfaat BIAN kesakitan dan kecacatan akibat  campak, polio, pertusis (batuk rejan), rubella, difteri, hepatitis B, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak).

Sufriyati mengajak semua pihak untuk terlibat langsung dalam mengidentifikasi sasaran, melakukan sosilisasi dan memobilisasi sasaran imunisasi.

Serta kata dia mendukung penyelenggaraan layanan imunisasi dengan bekerjasama dengan kepala desa, ketua RT/RW/guru dan kepala sekolah, kader Posyandu dan dasawisma.

Tujuannya untuk mengumpulkan data sasaran, mengidentifikasi lokasi pos imunisasi baru dan menyebarkan informasi berisi manfaat, lokasi dan waktu pelayanan.

"Saya ajak kita semua mulai dari petugas kesehatan, ASN dan semua pihak agar turun ke masyarakat mengajak menyuskeskan imunisasi ini.

"Ini sebagai upaya bagaimana anak, kita  cegah dari measless dan rubella yang sangat berbahaya," kata Sufriaty.

Bunda PAUD Luwu Timur ini mengatakan, saat ini Indonesia masih masuk dalam kategori endemis untuk campak dan rubella.

Berkaca tahun 2011, tercatat 132 kasus campak konfirmasi laboratorium terdapat di 171 kab/kota, 25 provinsi, dan 267 kasus rubella konfirmasi laboratorium terdapat di 84 kab/kota di 25 Provinsi. 

"Kondisi ini terjadi akibat dari penurunan cakupan imunisasi selama masa pandemic," ujar dia.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Luwu Timur, Mashuri Rachim mengatakan BIAN dilaksanakan di puskesmas, pustu, Posyandu dan sekolah TK dan SD.

BIAN mulai dilaksanakan Mei 2022 pada 653 layanan, dengan rincian 280 posyandu, 171 PAUD dan 202 SD/MI, dengan jumlah sasaran BIAN sebanyak 65.675 anak.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved