Syiar Ramadan 2022
Mudik, Apakah Sekadar Pulang Kampung atau Ada Pembelajaran Bagi Kaum Muslim
Syiar Ramadan dipandu oleh host, Kinan Aulia. Hadir sebagai narasumber, Dai Cendekiawan Alumni Timur Tengah, Sabaruddin LC.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
Keempat terpenting adalah ada ketika mudik diangkat menjadi imam, jadi pemimpin. Ketika mudik sangat bahagia ketika rombongan bersama keluarga.
“Intinya adalah bagaimana menjadi orang yang akan mudik di kampung akhirat, itu bukan menyelamatkan dirinya, tapi juga menyelamatkan keluarganya,” tandasnya.
Mudik Sejati adalah ke Akhirat
Sabaruddin menyebut mudik sejati adalah ke akhirnya. Makanya harus persiapkan bekal.
Mudik sejati dan sesungguhnya adalah mudik ke kampung akhirat. Pembelajaran dilakukan ada bekal ketika mudik.
Dia mencontohkan, ketika orang mudik ke kampung halaman persiapan dilakukan dengan baik, menyiapkan pakaian, uang tunai, setelah itu bersegera berangkat.
Namun, orang takut hadapi kematian. Sebab, ia tak tahu bagaimana keadaannya nanti. Apakah amal ibadahnya sudah cukup atau tidak. Ketika amalnya dianggap cukup InsyaAllah akan merindukan mudik.
“Ini yang bedakan mudik di dunia dengan mudik di akhirat. Mudik di akhirat, jika tak suka tidak mungkin kita kembali. Kalau mudik dunia tidak suka, kita akan kembali,” pungkas Sabaruddin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kasdaa-r22.jpg)