Muhammadiyah Menganggap Negara Kesatuan Republik Indonesia Sebagai Konsep Negara Ideal

Perlu diketahui bahwa Muhammadiyah sejak awal pendirian negara telah menjadi integrator antara keislaman dengan keindonesiaan.

Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Abdul Rachmat Noer, Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel saat tampil membawakan materi di kegiatan pengkaderan Baitul Arqam Dasar se Kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Konsep negara kesatuan republik Indonesia yang dibangun atas dasar kesepakatan para tokoh agama adalah konsep negara yang ideal untuk Indonesia dengan mempertimbangkan kondisi obyektif Indonesia.

Konsep ini disebut dengan Dar al-Ahdi Wa al-Syahada.

Hal tersebut disampaikan Abdul Rachmat Noer, Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel saat tampil membawakan materi di kegiatan pengkaderan Baitul Arqam Dasar se Kota Makassar.

Kegiatan dilaksanakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Makassar di Kampus Politeknik Kesehatan Muhammadiyah, Ahad sore (24/04).

Konsep ini telah diputuskan di Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar.

Muhammadiyah memposisikan Pancasila sebagai Dar al-Ahdi Wa al-Syahada.

Ijtihad kontemporer Muhammadiyah tersebut berangkat dari situasi terkini di tubuh bangsa Indonesia sekaligus penegas identitas keislaman dan keindonesiaan, jelas Direktur Utama PT Biringkassi Raya.

Rachmat mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak lagi mempersoalkan konsep negara kesatuan termasuk ideologi Pancasila karena keduanya merupakan kesepakatan para tokoh pendiri Indonesia.

"Paham-paham yang menolak negara kesatuan dan Pancasila justru melahirkan disintegrasi bangsa. Mereka ini termasuk kelompok yang buta sejarah bangsa Indoensia. Kita ini memiliki latar belakang yang berbeda , baik dari agama, suku dan ras, sehingga konsep negara kesatuan adalah konsep yang sudah final,"jelas Rachmat.

Perlu diketahui bahwa Muhammadiyah sejak awal pendirian negara telah menjadi integrator antara keislaman dengan keindonesiaan.

Muhammadiyah perpendapat ummat Islam dan bangsa bagian integral dalam membangun fondasi kebangsaan.

"Bahkan beberapa tokoh Muhammadiyah telah berjasa dalam melahirkan negara kesatuan republik Indonesia dan ideologi Pancasila, diantaranya Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo dan Kahar Muzakkir," jelas mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel 2006-2010.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved