Sejumlah Nama Penerima BLT di Desa Simpellu Dihapus, Masyarakat Mengadu ke DPRD Wajo

sejumlah masyarakat yang sebelumnya menerima BLT, kini tidak lagi menerima BLT dengan alasan yang tidak jelas.

TribunWajo.com/Hardiansyah Abdi Gunawan
Anggota DPRD Wajo, Suriadi Bohari. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) bersama sejumlah masyarakat Desa Simpellu, Kecamatan Pitumpanua, mendatangi Kantor DPRD Wajo, Jumat (22/4/2022).

Pasalnya, ada dugaan Pemerintah Desa Simpellu melakukan tindakan diskriminatif kepada sejumlah warga dengan menghapuskan namanya dalam penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Kami menduga ini adalah dampak sosial dari Pilkades dulu, dimana yang namanya dihapus ini bukanlah pendukung Pak Desa yang terpilih," kata Presiden AMIWB, Syaifullah.

Olehnya, dirinya meminta agar hal ini menjadi perhatian pihak legislatif maupun eksekutif.

"Ini perlu menjadi perhatian DPRD, dan tentu saja Pak Bupati, karena ini bukanlah yang pertama terjadi setelah Pilkades selesai," katanya.

Syaifullah menyebutkan, sejumlah masyarakat yang sebelumnya menerima BLT, kini tidak lagi menerima BLT dengan alasan yang tidak jelas.

Sudah tiga bulan semestinya masyarakat menerima BLT, namun beberapa diantaranya sudah tidak lagi menerima bantuan selama pandemi itu pasca keputusan sepihak Pemdes Simpellu.

"Bahkan pihak BPD juga tidak tahu. Kalau ada penambahan atau pengurangan, semestinya disampaikan waktu musyawarah desa sebelumnya," katanya.

Olehnya, dirinya berharap bahwa DPRD Wajo selaku wakil rakyat mampu mencarikan solusi atau jalan keluar.

Namun, apabila tak ada solusi dari lembaga legislatif, maka pihaknya akan membawa masalah tersebut ke rana hukum.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved