Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Zakat Menata Peradaban Kemanusiaan

Membayar zakat selanjutnya akan menyempurnakan misi kemanusiaan baik dari sisi harta maupun jiwa yang bersih.

Editor: Sudirman
Abdul Rahman
Abdul Rahman, Wakil Rais Suriah Forum Santri Nasional Kota Makassar 

Oleh Abdul Rahman

Wakil Rais Suriah Forum Santri Nasional Kota Makassar

Zakat adalah ibadah yang wajib bagi Ummat Islam. Tujuannya untuk mensucikan jiwa dan harta Muzakki.

Membayar zakat selanjutnya akan menyempurnakan misi kemanusiaan baik dari sisi harta maupun jiwa yang bersih.

Sehingga hubungan antara Muzakki dan Mustahiq semakin kokoh dalam konteks kemanusiaan. Keduanya dipertautkan dalam sebuah ibadah yang mulia dan selanjutnya muncul reaksi saling menghargai diantara keduanya.

Muzakki mengeluarkan zakat dan Mustahiq mendoakan Muzakki agar senantiasa mendapatkan keberkahan.

Dinamika yang terjadi dalam ibadah zakat akan menghantarkan diri hamba dalam keluhuran jiwa.

Kemudian masing masing mengekspresikan nilai nilai kemanusian dalam setiap perilaku hidup sehari hari, sehingga tatanan Peradaban Kemanusiaan akan terwujud melalui ibadah zakat.

Zakat Fitrah yang wajib bagi setiap jiwa sekali dalam setahun di bulan Ramadhan berupa sejumlah makanan pokok yang telah ditentukan takarannya sesuai dengan syariat.

Dalam dinamika zakat fitrah ini baik yang berzakat dan yang menerima zakat terbangun hubungan yang akan mengantar pada tujuan zakat yakni mensucikan jiwa manusia.

Sejatinya makanan pokok yang dijadikan zakat fitrah itu adalah makanan. Apabila dimakan oleh yang memilikinya, maka akan tumbuh menjadi darah dan daging di dalam tubuhnya.

Akan tetapi setelah digunakan untuk menunaikan ibadah zakat fitrah karena Allah SWT, maka makanan pokok itu diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Selanjutnya makanan pokok itu tumbuh menjadi darah dan daging pada jiwa yang lain, dan dengannya yang menerima zakat mendoakan Muzakki semoga senantiasa mendapatkan keberkahan hidup.

Dari dinamika ini terlihat bahwa di dalam diri sesama ternyata ada diri kita yang terdalam. Hadir menjadi bagian terdalam dari sesama yakni energy kehidupan lahir dan bathin.

Dipertemukan dalam ibadah zakat fitrah sehingga manusia yang tercerahkan batinnya dengan kesucian setelah menunaikan zakat fitrah akan memperlakukan sesama dalam batas batas kemanusiaan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved