Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Didirikan Sejak 1930, Ini sejarah Ponpes As'adiyah Sengkang Tetap Eksis Hingga Sekarang

Sejak didirikan pada 1930 lalu oleh KH Muhammad As'ad atau Gurutta Puang Haji Sade, As'adiyah tetap eksis hingga hari ini.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Institut Agama Islam (IAI) As'adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang, kini memasuki usia 92 tahun. Itu menjadikannya sebagai pondok pesantren tertua di Sulawesi Selatan.

Sejak didirikan pada 1930 lalu oleh KH Muhammad As'ad atau Gurutta Puang Haji Sade, As'adiyah tetap eksis hingga hari ini.

Dewasa ini, pondok pesantren telah bertebaran.

Lalu, apa kelebihan As'adiyah ketimbang ponpes lain?

Anggota Dewan Pakar Pengurus Besar Pondok Pesantren As'adiyah, Muhammad Yunus Pasanreseng Andi Padi mengungkapkan bahwa eksistensi tidak lepas dari keilmuannya yang moderat.

"As'adiyah memiliki ilmu yang moderat, dakwahnya menyejukkan," katanya, kepada Tribun Timur, Senin (4/4/2022).

Selain itu, As'adiyah juga bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia yang jauh dari kesan radikal.

"As'adiyah ikut bersama pemerintah memproklamirkan kemerdekaan. Selalu berada pada posisi kebersamaan pemerintah dan tidak pernah terkesan ada sesuatu yang radikalisme," katanya.

Rektor Institut Agama Islam (IAI) As'adiyah Sengkang itu menyebutkan, sistem pendidikan yang diterapkan cukup kompleks dan terpadu.

"Sistem pendidikan yang diterapkan terpadu antara pendidikan sekolahan, modern dengan tradisional, pesantren duduk bersila dengan sarungan," katanya.

Selain itu, As'adiyah senantiasa mengikuti kurikulum teranyar yang diterapkan pada sistem pendidikan pada umumnya.

"Pendidikan teranyar kurikulum nasional dengan kurikulum lokal, dan terpadu antara pemerintah dan muatan lokal berciri pesantren," katanya.

Satuan pendidikannya mulai dari Raodhatul Athfal (RA) setingkat PAUD, Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) setingkat TK, Madrasah Ibtidayyah (MI) setingkat SD, Madrasah Tsanawiyah (MTs) setingkat SMP, Madrasah Aliyah (MA) setingkat SMA, juga ada Ma'had Aly dan Institut Agama Islam (IAI) As'adiyah.

Bahkan, bukan cuma di Sulawesi Selatan, cabang-cabang As'adiyah juga tersebar di Kalimantan hingga Papua.

Ketua MUI Kabupaten Wajo itu menambahkan, bagi santri-santri As'adiyah, maka akan sangat akrab dengan kitab-kitab pengajian seperti Tafasir Jalalain, Bulughul Maram, Maudhatul Mukminin, Riyadhus Shalihin, iIrsyaadul Ibad, Kifayatul Akhyar, dan Tanwiirul Kulub.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved