Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadhan 2022

Tata Cara dan Niat Shalat Tarawih & Witir Jika Dilakukan Sendirian di Rumah

Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang tidak ditinggalkan oleh Rasulullah SAW selama hidupnya

Editor: Ilham Arsyam
Ist
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kapan shalat tarawih pertama puasa 2022?

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriyah besok, Sabtu (2/4/2022).

Artinya Muhammadiyah akan mulai melaksanakan salat tarawih nanti malam, Jumat (1/4).

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) baru akan melaksanakan Sidang Isbat 2022 untuk menentukan awal Ramadan petang nanti.

Salat tarawih menjadi salah satu ibadah yang tidak ditinggalkan oleh Rasulullah SAW selama hidupnya.

Salat Tarawih dilakukan selepas salat Isya dan sebelum salat Witir. Hukumnya adalah sunnah yakni apabila dilaksanakan mendapat pahala. Rasulullah SAW bersabda.

Artinya, “Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).

Dinamakan Tarawih karena orang yang melakukannya beristirahat sejenak di antara dua kali salam atau istirahat setiap empat rakaat. 

Ada berbagai macam pendapat soal jumlah salat Tarawih. Ada yang melaksanakannya dengan 8 rakaat, 12 rakaat dan 20 rakaat.

Salat tarawih lebih baik dilakukan dengan berjamaah di masjid dengan keutamaan mendapat pahala salat qiyamul lail satu malam penuh, sebagaimana dalam hadits dari Abu Dzar.

Nabi SAW pernah mengumpul kan keluarga dan para sahabatnya, lalu bersabda "Siapa yang salat bersama imam sampai selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh" (HR. Ahmad).

Lantas, apa hukumnya Salat Tarawih sendirian di rumah?

Dalam hadis An-Nawawi, disebutkan salat Tarawih boleh dilaksanakan sendirian di rumah. Rasulullah SAW bersabda.

"Salat tarawih adalah sunah dengan sepakat ulama, boleh dikerjakan sendirian atau berjamaah." (Al-Majmu, 4/31).

Para ulama lantas menegaskan salat Tarawih boleh dikerjakan sendiri, karena berjamaah bukan syarat sahnya salat tarawih.

Niat Salat Tarawih

Berikut niat salat tarawih bagi Imam disertai latin dan terjemahan

Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta’âlâ. 

Artinya, “Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi imam karena Allah ta’âlâ.”

Berikut niat salat Tarawih bagi makmum dilengkapi versi latin dan terjemahan.

Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillâhi ta’âlâ. 

Artinya, “Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi makmum karena Allah ta'ala.”

Niat salat Tarawih sendirian: 

Usholli sunnatat tarawihi rok'ataini lillahi ta'ala

Artinya : Saya niat sholat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’alaa.

  • Tata Cara Salat Tarawih
  • Melafalkan niat salat tarawih dalam hati.
  • Mengucapkan takbir saat takbiratul ihram.
  • Membaca taawuz dan surah al-fatihah, kemudian diikuti satu di antara surat dalam Al-Qur'an.
  • Rukuk.
  • I'tidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Bangkit dari duduk, lalu dilanjutkan dengan rakaat kedua dengan gerakan yang sama.
  • Salam pada rakaat kedua.
  • Istigfar dan membaca doa setelah tarawih.

Niat Salat Witir

Salat Witir adalah salat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari antara setelah waktu isya dan sebelum waktu salat subuh, dengan rakaat ganjil.

Salat ini dilakukan setelah salat lainnya, seperti tarawih dan tahajjud. Hukum salat Witir adalah sunnah muakad sebagaimana hadis Rasulullah SAW.

Abu Ayyub Al-Anshaari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Witir adalah hak atas setiap muslim. Barangsiapa yang suka berwitir tiga rakaat hendaknya ia melakukannya, dan barangsiapa yang berwitir satu rakaat, hendaknya ia melakukannya."

Berikut niat salat Witir satu rakaat:

Ushalli sunnatal Witri rak’atan mustaqbilal qiblati ada’an (imamam/ makmuman) lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat sholat sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai, (imam/makmum) karena Allah SWT.

Niat salat Witir tiga rakaat:

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat sholat sunah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala. (Kompas TV)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved