Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unismuh

Munirah, Peraih Satyalencana Karya Satya Kini Resmi Jadi Guru Besar Unismuh

Munirah resmi menyandang gelar professor di Universitas Muhammadiyah (Unismih) Makassar.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sudirman
Unismuh
Prof Munirah Usai Pengukuhan Guru Besar, Jumat (1/4/2022) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Munirah resmi menyandang gelar professor di Universitas Muhammadiyah (Unismih) Makassar.

Prof Munirah dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu linguistik terapan.

Prof Munirah merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar.

Pengukuhan Guru Besar ini berlangsung di Gedung Balai Sidang Unismuh Makassar, Jumat, (1/4/20222).

Hadir Kepala LLDIKTI IX Andi Lukman, Rektor Unismuh Prof Ambo Asse.

Prof Munirah mengkaji penerapan ilmu bahasa di bidang hukum.

Judul pidato ilmiahnya yakni "Implikatur Percakapan Kajian Linguistik Forensik".

Peraih Nominasi Award Inovasi Pembelajaran Daring LLDIKTI Wilayah IX tahun 2021 itu mengatakan bahasa di Indonesia saat ini menjadi kunci dalam kerangka pidana. 

Prof Munirah mencontohkan implikatur sebagai bagian dari ilmu linguistik pragmatik berperan penting dalam proses penegakan hukum di kepolisian. 

"Bahasa berperan untuk penyidik dalam menganalisa struktur jawaban yang diberikan oleh tersangka kasus tindak pidana," ujar Prof Munirah dalam rilisnya kepada Tribun-Timur.com, Jumat (1/3/2022). 

Implikatur digunakan oleh penyidik untuk menunjukkan wajah positif atau membangun citra yang bersahabat di hadapan tersangka.

Kemudian implikatur itu menjadi media dalam menyampaikan maksud tertentu secara halus 

Prof Munirah berharap dengan statusnya sebagai guru besar dapat memajukan sektor pendidikan Indonesia dengan berkontribusi mengembangkan ilmu pengetahuan. 

"Terima kasih atas kepercayaan kepada saya memangku jabatan guru besar. Semoga berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang linguistik terapan dan pembelajaran bahasa Indonesia," ujar perempuan kelahiran Mare 26 maret 1968.

Sementara Rektor Unismuh Makassar, Prof  Ambo Asse mengaku bangga atas pengukuhan sebagai guru besar salah satu tenaga pengajar di kampus biru itu. 

Dirinya berharap para pengajar lainnya dapat terinpirasi dalam mencapai prestasi akademik tersebut. 

"Kita patut berbangga atas pengukuhan Prof Munirah sebagai guru besar. Tentunya saya dan kita semua berharap semakin banyak guru besar yang lahir di Unismuh Makassar" ujar Prof Ambo Asse

Munirah lahir di Mare Kabupaten Bone, 26 Maret 1968. 

Pendidikan S1 diselesaikan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin tahun 1992. 

Gelar Magister diperolehnya dari Prodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar tahun 2002. 

Prof Munirah menyelesaikan pendidikan S3 pada Program Studi Linguistik Universitas Hasanuddin tahun 2014.

Dirinya merupakan Dosen Diperkerjakan (DPK) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX yang ditempatkan di Unismuh Makassar

Munirah telah memeroleh penghargaan Satyalencana Karya Satya dari dua Presiden.

Satyalencana Karya Satya 10 tahun dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, dan 20 tahun dari Presiden Joko Widodo. 

Prof Munirah juga aktif menulis puluhan karya ilmiah. 

Tulisan tersebut dituangkan dalan  bentuk buku, artikel pada jurnal atau prosiding untuk skala nasional, maupun internasional terindeks scopus. (*) 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved