Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perspektif

Generasi Strawberry dan Crazy Rich

Pada bulan Maret 2022 ini selain berita tentang Mandalika juga ramai tentang crazy rich.

Editor: Sudirman
Dok Pribadi
Syamril Al Bugisyi, Rektor Kalla Business School 

Syamril

Rektor ITB Kalla

Pada bulan Maret 2022 ini selain berita tentang Mandalika juga ramai tentang crazy rich.

Ada dua sosok anak muda kaya raya yaitu Doni Salmanan dan Indra Kenz.

Mereka menjadi sorotan karena perilakunya yang aneh.

Mereka memamerkan kekayaannya dan terkesan ada nada kesombongan.

Outfit di badan sampai 300 an juta, beli jam tangan 500 an juta dan lain sebagainya.

Bahkan Indra Kenz berani mengatakan bahwa Tuhan tidak akan bisa memiskinkannya.

Dari mana kekayaan itu diraih? Pengakuan yang bersangkutan dari bisnis investasi saham.

Setelah ditelusuri ternyata ada unsur penipuan.

Baru 14 orang saja yang melapor sebagai korban penipuan tercatat kerugian milyaran rupiah.

Padahal diduga korbannya ada ratusan orang.

Fenomena apakah ini? Generasi masa sekarang memang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Rhenald Kasali menyebutnya sebagai generasi strawberry. Mengapa dinamakan strawberry?

Karena memiliki ciri-ciri seperti strawberry. Strawberry adalah buah yang rapuh, jika tergores akan cepat rusak.

Juga ia tumbuh dengan penjagaan yang sangat ketat. Bahkan kadang di dalam rumah kaca.

Juga hanya butuh waktu 2,5 bulan sejak ditanam, buah strawberry sudah bisa dipanen.

Ciri-ciri generasi strawberry yaitu berpikir serba instan, jalan pintas dan ingin cepat sukses.

Mereka ingin cepat berhasil. Obsesinya adalah meraih puncak karir di usia muda.

Memang diakui ada banyak generasi millenial di masa sekarang ini yang telah menjadi chief, direksi dengan jabatan CEO, CFO, CTO dan sejenisnya pada usia 30 an tahun.

Ada yang meraihnya dari bawah dan bisa naik dengan cepat melalui kerja keras didukung kecerdasan istimewa.

Ada juga yang melalui mendirikan bisnis startup yang berhasil seperti pendiri Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan sejenisnya.

Pada usia 30 an tahun mereka tidak hanya menduduki top executive tapi juga menjadi orang kaya di usia muda.

Pemberitaan media yang massif terhadap mereka membuat anak muda yang lain menjadikannya sebagai role model.

Mereka pun terobsesi menjadi orang sukses dan kaya pada usia 30 an tahun. Terobsesi segera meraih kebebasan finansial. Memiliki passive income, kaya tanpa harus kerja keras.

Hanya saja ada yang salah kaprah dari generasi strawberry ini.

Mereka cenderung melihat hasil tanpa mencermati proses.

Salah memahami ungkapan kerja cerdas tanpa kerja keras.

Padahal jika melihat perjuangan para pendiri startup unicorn. Mereka meraih kesuksesan butuh kerja keras dan kerja cerdas yang luar biasa.

Kerja cerdas itupun akhirnya dimaknai sebagai kerja licik bukan cerdik.

Kerja licik mengambil jalan pintas dengan menghalalkan segala cara.

Tidak peduli merugikan dan mengorbankan orang lain. Maka muncullah orang-orang seperti Indra Kens dan Doni Salmanan.

Menjadi kaya dalam waktu singkat dengan cara menipu orang lain.

Generasi strawberry juga rapuh dan mudah menyerah jika menghadapi kesulitan. Kadang dibungkus argumen pembenaran dengan ungkapan bekerja sesuai passion.

Bekerja pada apa yang dicintai dan disukai. Namun yang terjadi adalah bekerja pada hal yang mudah.

Jika ada kesulitan diberi label bukan passion dan kemudian mencari bidang lain yang dianggap passion-nya.

Maka anak muda zaman sekarang dikenal sebagai generasi kutu loncat. Tidak bisa bertahan lama di satu perusahaan.

Jika mendapat sedikit kesulitan atau tekanan dari atasan, merasa tidak cocok dan ajukan resign.

Munculnya generasi strawberry yang serba instan dan rapuh dibentuk dari pola asuh yang terlalu memanjakan.

Orang tua mereka adalah generasi yang hidup dalam masa kesulitan, keterbatasan dan kekurangan.

Orang tua mereka tidak ingin anaknya juga menderita maka disiapkanlah segala fasilitas yang memudahkan.

Mari lahirkan generasi yang kuat dan siap menjalani proses yang panjang untuk meraih sukses.

Tidak berpikir instan dan tidak menghalalkan segala cara.

Caranya berikan pendidikan yang benar dan jauhi pola asuh yang memanjakan.

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved