Kurir Sabu

Bawa 2 Kg Sabu Kemasan Teh China, Kurir Narkoba yang Ditangkap di Pinrang Terancam 10 Tahun Penjara

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 2 kilogram.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
Polda Sulsel
ASW dan barang bukti sabu dua kilogram yang diamankan DitresNarkoba Polda Sulsel 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 2 kilogram.

Pengungkapan itu berlangsung di Jl Poros Pinrang-Parepare, Desa Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

Seorang pria berinisial ASW yang diduga sebagai kurir berhasil ditangkap.

Baca juga: Pelaku Perampokan Sadis di Bone Ditangkap Tim Resmob Polda Sulsel, Pelaku Masih Berusia 16 Tahun

Baca juga: Tak Terima Dipecat Usai Rudapaksa Siswi SMP Gowa, Perwira Polda Sulsel AKBP M Bakal Ajukan Banding

Ditres Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Dodi Rahmawan, membenarkan adanya pengungkapan itu.

Dodi Rahmawan menjelaskan, modus pelaku dengan membungkus sabu menggunakan bingkisan deterjen dan teh China.

"Barang bukti ada dua bungkusan deterjen (sabun cuci) masing-masing berisi bungkusan teh China yang berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto dua kilogram," kata Dodi Rahmawan, Selasa (22/3/2022) siang.

ASW yang kedapatan membawa barang haram itu pun digelandang ke kantor Ditres Narkoba Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara barang bukti diduga sabu itu dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diperiksa lebih lanjut.

"Pemeriksaan lebih lanjut berupa kelengkapan administrasi penyidikan, kita kirim barang bukti ke Labfor," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku akan terus mengembangkan kasus itu untuk mengungkap bandar atau pun jaringan yang terlibat.

"Pengembangan penyelidikan, gelar perkara dan pemberkasan tentu kita lakukan," tegas Dodi Rahmawan.

ASW sebagai pelaku atau kurir dalam kasus itu terancam hukuman di atas 10 tahun penjara.

"Pasal (yang disangkakan) pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) UU Narkotika No 35 Tahun 2009," tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved