Opini Tribun Timur

Pendidikan Matematika Ramah Perempuan

Hari Matematika Sedunia diperingati pada 14 Maret setiap tahun, sejak dicanangkannya pada 2019 lalu oleh UNESCO.

Editor: Sudirman
Syahrullah Asyari
Syahrullah Asyari, Dosen Jurusan Matematika FMIPA UNM 

Oleh: Syahrullah Asyari

Dosen Jurusan Matematika FMIPA UNM

Hari Matematika Sedunia diperingati pada 14 Maret setiap tahun, sejak dicanangkannya pada 2019 lalu oleh UNESCO.

Peringatan tahun ini mengusung tema, “Mathematics Unites” atau "Matematika Mempersatukan".

Pertanyaannya, mempersatukan apa? Di sini, saya memaknainya sebagai mempersatukan pandangan bahwa laki-laki dan perempuan itu egaliter dalam bekerja dengan matematika.

Bahkan laki-laki dan perempuan egaliter untuk menjadi matematikawan.

Untuk menciptakan pandangan egaliter demikian, peran guru matematika sangat penting.

Dibutuhkan guru matematika yang menerapkan apa yang disebut oleh Paul Ernest sebagai “girl-friendly approach to mathematics” atau "Pendekatan (pendidikan) yang ramah perempuan terhadap matematika".

Uraian saya berikut ini disarikan dari Subchapter Teacher pada Chapter 1 Mathematical Beginnings dari buku berjudul, "Loving + Hating Mathematics" yang ditulis oleh Reuben Hersh (profesor dalam bidang filsafat matematika) dan Vera John-Steiner (profesor dalam bidang linguistik dan psikologi pendidikan), diterbitkan oleh Princeton University Press, 2011, hal.26-28.

Banyak matematikawan yang minatnya terhadap matematika distimulus oleh seorang guru.

Tiga di antara matematikawan yang demikian adalah Theodor von Karman, John von Neumann, dan Eugene Wigner. Sebut saja misalnya Wigner.

Ketika mengingat jasa guru matematikanya yang bernama Laszlo Ratz, Wigner dengan bangga mengatakan, “who loved teaching; he knew his subject and how to kindle interest in it. He imparted the deepest understanding.

Many ... teachers had great skill but no one could invoke the beauty of the subject like Ratz.”

Artinya, “Siapa yang cinta mengajar, ia tahu persis matapelajaran yang ia ajarkan dan bagaimana membangkitkan minat murid pada mata pelajaran yang ia ajarkan itu.

Dia menanamkan pemahaman terdalam pada apa yang ia ajarkan itu ke dalam diri muridnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved